Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




ASI & MPASI | Aug 3, 2017

10 Mitos Salah tentang Menyusui

Bagikan


Memberikan ASI dengan menyusui adalah salah satu hal terbaik yang bisa Mama berikan pada si kecil. Namun, ada beberapa mitos yang membuat sebagian ibu takut memberikan ASI pada sang buah hati. Pernah mendengar tentang payudara kecil berarti ASI-nya juga sedikit? Atau bayi jadi terlalu lengket pada Mama karena menyusui? Itu mitos, Ma.

Cari tahu mitos-mitos salah dan bongkar fakta sebenarnya tentang menyusui lewat poin-poin berikut ini:

Mitos #1: Menyusui Membuat Mama Sangat Menderita

Fakta: Meskipun ada rasa tidak nyaman pada masa awal menyusui, lama-lama akan hilang, kok, Ma. Pada minggu-minggu awal, pembengkakan bisa jadi tantangan saat menyusui. Selain itu, puting susu bisa menjadi sensitif, pecah-pecah, atau sakit. Namun, jangan khawatir, itu lumrah. Tenang, Ma, ada banyak cara mengatasi sakit dan nyeri saat menyusui.

Baca juga: Bisakah Memberi ASI Eksklusif Meski Ibu Menyusui Menderita Mastitis?

Mitos #2: Payudara Kecil Tidak Bisa Menghasilkan ASI Cukup

Fakta: Ukuran tidak penting! Menurut Dr. Utami Roesli, SpA, jaringan payudara dibutuhkan untuk menyusui bayi sebagai respons terhadap kehamilan, terlepas dari ukuran payudara Mama. Di dalam jaringan fungsional inilah saluran ASI berada, bukan di jaringan lemak yang berperan pada ukuran payudara.

Mitos #3: Menyusui Mengubah Bentuk dan Ukuran Payudara, Atau Mengurangi Sensivitasnya

Fakta: Meskipun kehamilan memang mengubah tampilan dan sensitivitas payudara, para ahli mengatakan bahwa menyusui tidak menyebabkan perubahan di luar itu. Sebenarnya, menyusui bahkan dapat membantu melindungi payudara dan menurunkan risiko kanker.

Mitos #4: Mama Tidak Akan Bisa Menyusui Jika Pernah Menjalani Bedah untuk Memperbesar atau Memperkecil Payudara

Fakta: Belum tentu. Biasanya implan dimasukkan di dekat ketiak atau di bawah jaringan payudara atau otot dada, yang seharusnya tidak mengganggu proses pemberian ASI. Di sisi lain, jika Mama pernah menjalani operasi di mana puting susu dikeluarkan untuk memasukkan implan dan kemudian disambungkan kembali, menyusui mungkin akan terhambat, karena prosedur ini mengganggu begitu banyak saraf sehingga aliran ASI terganggu. Dalam kasus ini, Mama mungkin perlu melengkapi gizi si kecil dengan susu formula.

Mitos #5. ‘Mengistirahatkan’ Payudara untuk Menyusui Bisa Membantu Produksi Lebih Banyak ASI

Fakta: Semakin sering Mama menyusui, semakin banyak ASI yang dihasilkan. Melanggar jadwal rutin menyusui dengan memberi waktu ‘istirahat’ untuk payudara justru bisa menurunkan persediaan ASI.

Mitos #6. Bayi yang Diberi Susu Formula Akan Lebih Nyenyak Tidur

Fakta: Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang diberi susu formula tidak tidur nyenyak, meski bisa tidur lebih lama. Sebab, susu formula tidak mudah dicerna, sehingga bayi tahan kenyang lebih lama sehingga bisa tidur lebih lama.

Mitos #7: Setelah Kembali Bekerja, Mama Harus Menyapih

Fakta: Jika Mama berkomitmen untuk memompa ASI, maka Mama bisa memberikan ASI kepada bayi selama Mama menginginkannya. Ini mencakup pemompaan tiga kali sehari saat Mama berada di tempat kerja sampai bayi berumur 6 bulan. Setelah itu, ketika ia mulai mengonsumsi makanan padat, Mama bisa menguranginya hingga dua kali sehari.

Baca juga: Menyusui dan Bekerja? Bisa Dong!

Mitos #8: Menyusui Anak Selama Lebih dari Satu Tahun Membuat Bayi Sulit Menyapih

Fakta: Tidak ada bukti bahwa menyusui lebih dari satu tahun akan membuat penyapihan lebih sulit daripada penyapihan lebih awal. Beberapa anak menyapih dengan sendirinya sekitar usia 1 tahun, sementara yang lain puas menyusui hingga melewati ulang tahun kedua mereka. Jadi sebaiknya Mama mempertimbangkan untuk menyapih hanya jika Mama dan si kecil sudah siap.

Mitos #9: Menyusui Akan Membuat Bayi ‘Lengket’ dan Tergantung pada Mama

Fakta: Justru sebaliknya. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mendapat manfaat keterikatan saat menyusui cenderung lebih mandiri di kemudian hari.

Mitos #10: Mama Harus Berhenti Menyusui Jika Sakit

Fakta: Berhenti menyusui tidak akan melindungi si kecil tertular penyakit dari Mama. Sebenarnya, dengan menyusui saat Mama sedang sakit, Mama menyalurkan antibodi pelindung untuk membantu si kecil tetap sehat.

Mitos salah mana yang pernah Mama dengar tentang menyusui?

(ROS)

Foto: Shutterstock

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.