Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Karir & Keuangan | Jul 1, 2016

10 Strategi Meningkatkan Performa Saat Interview

Bagikan


Sekalipun Anda seorang pencari kerja yang cerdas dan paling berkualitas, Anda perlu mempersiapkan diri untuk wawancara kerja. Mengapa demikian? Wawancara adalah kesempatan sekali yang tida akan pernah Anda ulang untuk kedua kalinya yang membutuhkan keterampilan dan membuat kesan pertama yang hebat. Dikutip dari salah satu artikel di monster.com, berikut 10 strategi untuk meningkatkan performa Anda saat interview.

 

Praktek Komunikasi Nonverbal yang Baik

Ini mengenai kepercayaan diri, di mana Anda bisa berdiri tegak, membuat kontak mata, dan berjabat tangan dengan erat. Itulah kesan nonverbal pertama yang menjadikan awal yang baik, atau berakhir cepat begitu saja dalam wawancara Anda.

 

Berpakaian untuk Pekerjaan atau Perusahaan

Penting bagi Anda untuk mengetahui budaya pada perusahaan dan posisi yang Anda cari. Jika memungkinkan, cari tahu tentang “budaya berpakaian” mereka terlebih dahulu sebelum wawancara. Hal ini sangat penting agar Anda mengetahui apa yang harus Anda pakai saat hari wawancara.

 

Mendengarkan

Dari awal wawancara, pewawancara akan memberikan Anda informasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Jika Anda tidak mendengar dan memerhatikan, Anda akan kehilangan kesempatan. Kemampuan komunikasi yang baik, termasuk mendengarkan akan memberi nilai plus bagi Anda. Amati pewawancara Anda dan sesuaikan dengan gaya dan kecepatan bicaranya.

 

Jangan Terlalu Banyak Bicara

Menceritakan kepada pewawancara secara berlebihan dan melebihi informasi dari batas yang diperlukan merupakan kesalahan fatal. Bila Anda belum mempersiapkannya terlebih dahulu, Anda mungkin akan meracau saat menjawab pertanyaan wawancara atau terkadang berbicara kepada diri sendiri di luar keperluan. Siapkan hari wawancara Anda dengan membaca posting pekerjaan, kecocokan kemampuan Anda dengan posisi yang dibutuhkan, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kantor tersebut.

 

Jangan Terlalu Akrab

Wawancara adalah pertemuan profesional untuk membicarakan bisnis, bukan membuat teman baru. Maka, tingkat keakraban harus meniru sikap pewawancara. Hal ini penting untuk membawa energi dan antusiasme untuk wawancara dan mengajukan pertanyaan tetapi tidak melampaui tempat Anda sebagai calon mencari pekerjaan.

 

Gunakan Bahasa yang Sesuai

Harus Anda Ingat, bahwa Anda harus menggunakan bahasa profesional selama wawancara. Berhati-hati saat menggunakan bahasa gaul yang tidak pantas atau yang mengacu kepada usia, ras, agama, politik atau orientasi seksual. Topik ini akan mengantarkan Anda keluar dari pintu dengan cepat.

 

Jangan Sombong

Sikap Anda memerankan kunci yang sangat penting dalam keberhasilan wawancara Anda. Harus ada keseimbangan antara kepercayaan, profesionalisme, dan kesopanan. Bahkan jika Anda menunjukan performa kemampuan bekerja Anda, terlalu percaya diri adalah hal yang buruk.

 

Berhati-Hati dalam Menjawab Pertanyaan

Ketika pewanwancara meminta contoh, saat Anda melakukan sesuatu, mereka akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan perilaku yang dirancang untuk memperoleh contoh perilaku masa lalu Anda. Jika Anda gagal dalam contoh yang spesifik, Anda tidak hanya tidak dapat menjawab, tapi juga kehilangan kesempatan untuk membuktikan kemampuan dan keahlian Anda.

 

Mengajukan Pertanyaan

Ketika Anda dilempari pertanyaan “Apakah ada pertanyaan?” sebagian calon akan menjawab “Tidak”. Ini adalah kesalahan. Ini adalah bagian dari pengukuran kesiapan dan tingkat ketertarikan Anda untuk dapat meyakinkan apakah Anda orang yang tepat untuk mengisi posisi yang diperlukan. Pertanyaan yang baik pastinya akan diajukan jika sebelumnya Anda menyimak baik informasi yang diberikan.

 

Tidak Terlihat Putus Asa

Hindari memberi kesan “Tolong pekerjakan saya” dengan pembawaan yang putus asa dan kurang percaya diri. Tampilkan kesan kepada pewawancara penampilan yang sejuk, tenang, dan percaya diri yang cukup. Yakinkan pewawancara bahwa Anda mampu melakukan pekerjaan dengan baik nantinya.

(LMF)

 

Sumber gambar : leadingwithtrust.com

 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.