Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Rupa-rupa | Apr 20, 2017

4 Alasan untuk Mama Berhenti Multitasking

Bagikan


 

Kesanggupan melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu atau multitasking seolah menjadi syarat tidak tertulis yang harus dimiliki tiap ibu.

Bahkan tanpa sadar, setiap hari ibu sudah jago melakukan beberapa tugas di waktu bersamaan. Memasak sambil membimbing anak mengerjakan PR, misalnya.

Selintas, semua tugas dapat selesai dengan baik, padahal ada juga sisi negatif dari mengerjakan beberapa tugas dalam satu waktu yang perlu ibu tahu, di antaranya:

 

Hasil Kerja Tidak Maksimal

Mengerjakan dua pekerjaan dalam satu waktu, membuat Anda harus membagi perhatian pada dua hal di waktu bersamaan.

Tentu saja ini membuat fokus dan konsentrasi berkurang, tugaspun sulit bisa dikerjakan sampai tuntas.   

   

Perasaan Jadi Tertekan

Keinginan untuk menyelesaikan semua tugas dengan cepat bisa menimbulkan perasaan tertekan.

Alih-alih selesai, proses pengerjaan tugas bisa berakhir kacau karena ada perasaan diburu-buru.

   

Menurunkan Daya Ingat

Saat melakukan beberapa pekerjaan sekaligus, otak ‘dipaksa’ bekerja keras mengatur organ-organ tubuh untuk mengerjakan beberapa aktivitas yang ingin dilakukan.

Stimulasi berlebihan seperti ini bisa membuat konsentrasi dan daya ingat berkurang, sehingga Anda tak bisa lagi membedakan tugas mana yang lebih penting dikerjakan saat itu. 

 

Rentan Stres

Kelelahan akibat mengerjakan beberapa tugas di waktu bersamaan dan kecewa bila hasil kerja tidak memuaskan bisa membuat ibu lebih mudah marah dan sensitif.

Tak hanya merusak kesehatan, perasaan stres juga bisa berimbas pada hubungan Anda dengan anggota keluarga lain di sekitar Anda, terutama anak. 

   

  

Kebiasaan ini bisa diubah, kok. Mulailah dengan menyelesaikan pekerjaan satu per satu. Dengan begini, pikiran dan konsentrasi lebih terfokus pada satu pekerjaan sehingga hasilnya lebih memuaskan. Jika perlu, buat daftar tugas dan tentukan skala prioritasnya.

Sesekali, libatkan pasangan untuk menyelesaikan tugas rumah tangga. Bisa jadi, pasangan akan merasa lebih dihargai karena dilibatkan dalam mengurus rumah tangga.

Terakhir, sadari bahwa sebagai manusia, tubuh dan pikiran Anda perlu istirahat. Rilekskan pikiran dan berkompromi dengan kondisi yang ada akan membuat tubuh dan pikiran lebih sehat. Coba, ya! 

 

(MEG)    

 foto : shutterstock

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.