DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Balita | May 8, 2017

4 Cara Mengatasi Anak Tantrum di Depan Umum

Bagikan


Tantrum adalah istilah untuk menggambarkan ledakan amarah, amukan, atau tangisan anak yang cukup histeris. Menurut seorang pakar psikologi klinis dan konsultasi keluarga dari Amerika Serikat, Ray Levy, tantrum biasanya digunakan sebagai senjata ketika anak tidak mendapatkan apa yang ia mau.

Kalau anak mengamuk di rumah, Mama mungkin bisa menunggu sampai ia tenang sendiri. Namun, bagaimana kalau anak tantrum di depan umum? Misalnya saat di mal. Ratusan pasang mata mungkin langsung mengarah pada Mama dan si kecil.

Nah, ini dia kiat-kiat jitu untuk mengatasi anak tantrum ketika berada di tempat umum.

1. Peluk anak


Memeluk anak bisa jadi cara yang manjur untuk menenangkan si kecil. Pasalnya, pelukan dan sentuhan lembut Mama memicu hormon oksitosin yang membuat anak jadi lebih tenang dan nyaman. Ini akan membantu meredakan letupan emosinya.
Tak perlu banyak bicara sambil memeluknya. Cukup peluk dengan erat dan biarkan anak menangis di pelukan Anda. Berangsur-angsur, amarahnya pun akan mereda. Menggendongnya juga bisa jadi pilihan yang baik kalau usia anak masih belia.

2. Bicara dengan nada yang tenang

Seperti kata pepatah, api jangan dilawan dengan api. Begitu pula ledakan tantrum si kecil. Jangan balas membentak atau meneriaki anak. Justru Mama harus mengajak anak berbicara dengan nada yang tenang dan meyakinkan.
Misalnya anak tantrum karena belum mau pulang dari taman bermain. Yakinkan anak dengan kata-kata lembut seperti, “Mama tahu kamu suka bermain di sini. Memang tidak enak kalau harus pergi sekarang. Tapi kalau kita tidak pulang sekarang, kasihan Kakakmu menunggu lama. Lain kali kita main lagi, ya?”

3. Biarkan anak meluapkan emosinya

Tak seperti orang dewasa yang sudah bisa mengenali dan mengelola perasaannya, perkembangan emosi anak belum sempurna. Inilah mengapa anak bisa tiba-tiba mengamuk karena hal sepele.

Kalau Mama tidak tahu penyebab anak tiba-tiba tantrum, biarkan dulu anak meluapkan emosinya selama beberapa saat. Setelah itu anak akan tenang sendiri, kok.

Mama mungkin khawatir soal orang-orang yang menonton kejadian ini. Nah, Mama sebaiknya cuek saja. Pasalnya, orang-orang biasanya bukan menilai anak yang sedang tantrum, melainkan orangtuanya.

Jadi kalau Mama tetap bersikap tenang menghadapi si kecil, orang-orang juga akan berpikiran, “Nah, itu baru orangtua hebat. Anak yang sedang tantrum memang sebaiknya tidak diladeni.”

4. Alihkan perhatiannya


Bila tantrum berlarut-larut, alihkan perhatian anak. Misalnya ketika Mama sedang belanja dan tiba-tiba anak mengamuk karena tak sabar. Coba katakan, “Mama punya permainan seru, lho! Siapa yang duluan mencari deterjen merek X bakal dapat es krim!”
Kalau tidak berhasil, ajak anak pergi ke tempat lain. Kadang, perubahan suasana bisa membantu anak mengubah suasana hatinya yang kacau.

Itu dia empat strategi meredakan tantrum ketika berada di tempat umum. Apakah Mama juga pernah menghadapi situasi tersebut? Seperti apa pengalaman Mama waktu itu?

(IA)

Bagikan

Artikel Terkait