DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Anak | Jun 2, 2016

4 Hal yang Membuat Anak Menjadi Penakut

Bagikan


Menghadapi anak yang penakut tidaklah mudah, terlebih jika ingin mengubah sifatnya. Namun, perlu disadari bahwa anak yang penakut kadang berasal dari orangtuanya dalam mendidik. Maksud hati ingin mendidik anak menjadi penurut, tapi dengan cara yang tidak tepat anak justru tumbuh menjadi penakut. Oleh sebab itu, sebagi orangtua sangat penting mengetahui pola dalam mendidik anak yang tepat, jangan sampai Anda menyalahkan anak. Berikut ini beberapa hal yang harus Anda hindari agar anak tidak tumbuh menjadi penakut.

 

Sering Mendengar Cerita yang Menakutkan

Mungkin Anda juga termasuk orang yang penakut dengan hal-hal yang berbau mistis? Coba dingat-ingat kembali, apakah dulu ketika masa kecil Anda pernah masuk ke dalam tempat yang gelap, seperti gudang atau ruangan yang kosong, orangtua tak jarang melarang dengan kalimat ini “Jangan kesana, nanti ada setan!”. Tanpa disadari, si anak menjadi takut dengan ruangan gelap dan selalu minta ditemani orangtuanya.

 

Sering Dimarahi

Memarahi anak karena mendapat nilai yang jelek juga tidak akan membuat anak Anda menjadi lebih pintar. Anak akan merasa tertekan dan sulit mengungkapkan perasaannya. Anak Anda akan merasa takut untuk mencoba sesuatu dan tidak berani mengambil keputusan. Sebaiknya, jika anak Anda melakukan kesalahan tegurlah dia dengan lembut dan dengarkan mengapa bisa demikian. Kemudian, support-lah anak Anda untuk menjadi lebih baik.

 

Khawatir yang berlebihan

Anak yang penakut juga biasanya akibat dari sikap khawatir orangtua yang berlebihan. Si anak tidak berani bersosialisasi dengan orang lain karena orangtua melarang untuk bergaul dengan orang lain sehingga ketika ada pertemuan, sering kali anak  merasa tidak percaya diri untuk berinteraksi denga orang lain dan lebih memilih untuk menghindar.

 

Trauma pada Masa Lalu

Apakah Anda termasuk orangtua yang memiliki pengalaman pahit dengan masa lalu? Jangan biarkan hal itu ikut Anda tularkan pada sang buah hati. Misalnya, Anda pernah terjatuh dari pohon atau tertabrak kendaraan saat menyebrang jalan. Didiklah anak Anda untuk lebih berhati-hati saat bermain dan melakukan aktivitas lainnya. Berikanlah bimbingan kepada anak agar dapat berusaha mengatasi rasa takutnya.

 

(Untuk melatih gadis kecil Anda jadi pemberani, simak tipsnya di sini)

 

Rasa takut merupakan hal yang wajar dimiliki setiap orang, hal ini juga membantu menjaga kewaspadaan dan mencegah diri dari hal-hal yang berbahaya. Namun, rasa takut yang berlebihan bukanlah hal yang baik karena akan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang lemah, tidak mandiri, dan dapat mengganggu perkembangan mentalnya.

Foto: divalikes

(DA)

Bagikan

Artikel Terkait