Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Anak | Oct 12, 2016

4 Kesalahan Mendidik Anak yang Sering Dilakukan Orangtua

Bagikan


Sebagai orangtua, tentu Anda akan menjaga buah hati dengan segenap jiwa dan raga. Tidak peduli seberapa lelahnya Anda, saat mendengar anak menangis pasti Anda akan bangkit dan berusaha memenuhi keinginan si Kecil sampai dia mendapatkan apa yang diinginkan dan kembali tersenyum. Tidak heran jika anak-anak selalu merasa menjadi “ratu” dan “raja” kecil di dalam keluarga karena sikap orangtua yang selalu memanjakannya. Berikut adalah kesalahan orangtua dalam mendidik anak yang harus segerah diubah.

Menyalahkan Sesuatu atas Kesalahan Anak

Hal ini yang sangat sering terjadi ketika anak terjatuh karena tersandung batu saat berlarian, si ibu berusaha menghentikan tangisan anaknya dengan cara menyalahkan batu dan memukul batu itu agar si anak merasa puas dan tangisannya berhenti. Padahal, cara mendidik anak seperti itu akan berdampak buruk ketika si kecil tumbuh dewasa, dia akan sulit mengakui kesalahannya dan cenderung menyalahkan orang lain.

Selalu Menuruti Perintah Anak

Anda boleh saja menganggap si Kecil sebagai raja atau ratu kecil dalam keluarga. Namun, jangan selalu menuruti perintah anak Anda. Misalnya saat anak Anda sibuk bermain dan meminta Anda untuk mengambilkan mainannya, sebaiknya Anda harus tegas dan memintanya untuk mengambil sendiri mainan itu, sehingga kelak dia akan tumbuh menjadi anak yang selalu berusaha mencapai keinginannya.

Jangan Batasi Anak untuk Beraktivitas

Tentu saja anak-anak akan senang melompat, berlari, dan berguling. Sifat kekhawatiran orangtua memang wajar jika melarang anaknya untuk melakukan hal itu karena takut si kecil cedera. Namun, jangan biarkan anak Anda menjadi takut untuk mencoba dan tidak berani mengambil risiko. Anda tetap dapat mengawasinya bukan dengan cara menghentikan aktivitasnya, tapi mintalah agar selalu berhati-hati dan siaga dalam menjaga si anak melakukan aktivitas tersebut selama dalam kapasitas yang wajar.

Takut Kotor

Banyak sekali orangtua yang melarang anaknya bermain di luar karena khawatir pakaian anaknya akan kotor. Misalnya, ketika si Kecil asyik bermain bola di lapangan kemudian bolanya bergulir ke genangan air, maka Anda biasanya akan bergegas mengambilkan bola itu untuk si kecil. Padahal, hal ini penting untuk melatih anak agar lebih berani dan berhati-hati kelak. Anda tidak perlu khawatir tentang kotoran yang menempel di bajunya dengan menghentikan aktivitas anak Anda bermain dan bereksplorasi, kekhawatiran Anda yang berlebihan itu justru membuat si kecil takut untuk melanjutkannya lagi.

Mendidik buah hati memang tidak mudah, namun jangan biarkan anak Anda kurang bereksplorasi dengan lingkungan sekitar. Anda juga harus menerapkan kedisiplinan yang tepat terhadap buah hati. Tidak semua hal yang bertujuan baik harus ditempuh dengan cara menghindari, biarkan si kecil belajar dari kesalahan saat dia mulai belajar sesuatu.

--DA

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.