DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Fashion & Beauty | May 2, 2017

4 Langkah Merawat Kain Tradisional

Bagikan


Kain tradisional saat ini akrab dengan keseharian wanita Indonesia. Motif kain tradisional yang cantik, warna yang indah serta kualitas bahan yang nyaman dipakai, membuat kain tradisional Indonesia diminati para pencinta mode. Mulai batik, tenun, songket ataupun ulos bisa dikreasikan sedemikian rupa menjadi fashion item yang stylish. Memiliki dan mengoleksi kain tradisional yang sarat nilai budaya pun akhirnya menjadi kebanggan tersendiri, apalagi proses pembuatannya cukup rumit dan memakan waktu lama.

Agar warna, motif dan tekstur kain tradisional tetap indah, cara perawatannya pun tak bisa sembarangan. Yuk ikuti teknik perawatan kain tradisonal untuk menjaga keindahan kain koleksi Mama.

  1. Kenali jenis bahan dari kain tradisional.

Untuk kain tradisional berbahan sutera, bersihkan dengan teknik dry clean. Sedangkan jenis kain tradisional berbahan katun bisa Mama cuci sendiri menggunakan tangan. Sebelum mencuci, rendam kain selama lima menit dalam larutan sabun lerak atau detergen khusus kain tradisional. Mama juga bisa memanfaatkan sabun bayi untuk merendam kain. Hindari penggunaan detergen biasa karena bisa merusak warna alami kain. Setelah direndam, cuci kain secara manual dengan tangan lalu bilas sampai bersih. Agar serat kain tidak rusak dan belel, jangan memeras kain terlalu kencang.

  1. Selesai dicuci, jemur kain dengan cara diangin-anginkan di tempat teduh.

Hindari menjemur kain tradisional di bawah sinar matahari langsung karena bisa membuat kain berwarna belang. Bila kain tradisional sangat kusut dan perlu disetrika, gunakan selembar kain lain sebagai pelapis agar logam besi setrika tidak langsung mengenai kain Mama dan atur setrika pada suhu rendah.

  1. Kain yang sudah selesai dijemur bisa disimpan dengan cara digantung, atau digulung dan dibungkus kertas.

Tujuannya agar serat kain tidak rusak karena lipatan, sedangkan kertas pembungkus berfungsi sebagai pelindung kain dari debu. 

  1. Untuk mencegah gigitan serangga saat kain disimpan, hindari pengunaan kapur barus.

Sebagai gantinya, letakkan biji merica dan cengkeh dalam kain kasa untuk menjaga kain dari gigitan ngengat. Mama juga bisa menyelipkan beberapa lembar daun salam di dalamnya untuk mencegah kutu bersarang di dalam kain tradisional Mama.

Tak berhenti sampai di situ, Mama juga perlu melakukan perawatan berkala dengan mengeluarkan kain-kain tradisional ini dari lemari, paling tidak satu bulan sekali. Keluarkan selama setengah jam, untuk mencegah agar kain tidak berbau apak dan berjamur. 

 

<MEG>

 

Bagikan

Artikel Terkait