Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Balita | Jun 19, 2017

5 Cara Menghadapi Balita yang Suka Memukul

Bagikan


Pasti bikin cemas dan khawatir deh, bila mulai sering melihat balita suka memukul untuk melampiaskan perasaan tidak senangnya. Apalagi bila teman bermain dan orang asing ikut jadi korban, betul tidak Ma? 

Menurut psikolog anak, alasan utama balita suka memukul saat merasa kesal atau marah adalah karena belum belum tahu cara yang benar untuk mengekspresikan emosinya.

Si kecil juga memukul tanpa sadar akan konsekuensi yang ditimbulkan dari perilakunya. Agar tidak sampai jadi kebiasaan buruk yang terus terbawa hingga tumbuh besar nanti, hadapi balita suka memukul dengan 5 cara ini.

1. Cari Tahu Pemicunya

Selalu ada pemicu yang membuat balita suka memukul. Selain karena belum bisa mengekspresikan emosi secara sehat, balita bisa menjadi lebih agresif karena perubahan dinamika keluarga seperti pindah rumah atau perceraian, berkenalan dengan teman baru yang suka memukul, atau alasan lainnya.

Mama bisa mulai menulis jurnal untuk mencatat situasi yang mungkin memicu perilaku suka memukulnya, lalu cari pola umum yang bisa diambil.

2. Ajari Cara Berkomunikasi Dengan Benar

Pada sebagian kasus, balita tidak memukul karena rasa marah atau frustasi, tapi karena tidak tahu cara lain untuk mendapatkan perhatian. Kunci untuk mengatasinya adalah mengajarkan balita untuk berkomunikasi menggunakan tangannya, tapi dengan lebih lembut.

Saat anak sedang menjengkelkan dan mulai ingin memukul Mama, segera alihkan dengan interaksi yang lebih menyenangkan, seperti bernyanyi atau memberikan mainan favoritnya.

Bila cara ini tak berhasil dan si kecil masih memukul, katakan “daripada memukul, lebih baik peluk Mama” atau ajari cara untuk menepuk pundak dengan lembut saat ia sedang butuh perhatian.

3. Tumbuhkan Empati

Sudah waktunya Mama menumbuhkan empati dan menyadarkan balita kalau perilaku suka memukul akan menyakiti orang lain. Balita berusia 2 tahun sudah cukup pintar untuk mengerti apa yang Mama maksud.

Bila hal tersebut terjadi lagi, Mama bisa katakan “Temanmu akan merasa sakit dan sedih bila dipukul. Kalau ingin bermain, adik bisa pilih untuk tunggu sampai giliran temanmu selesai atau berbagi mainan” lalu jangan lupa ajari si kecil untuk selalu minta maaf setelah melakukan kesalahan.

4. Berikan Contoh Baik

Akan sangat sulit mengajarkan balita untuk tidak memukul bila Mama sendiri suka membentak, menyentil atau memukul setiap kali si kecil berbuat salah.

Coba pendekatan yang lebih lembut untuk mengatasi situasi sulit, tanpa menggunakan pukulan atau kekerasan, seperti memberikan alasan jelas untuk hal yang dilarang atau menawarkan pengganti untuk sesuatu yang direlakan si kecil.

Dalam situasi kritis dimana balita bisa menyakiti dirinya sendiri atau merusak barang berharga, Mama bisa mengubah nada suara menjadi lebih serius disertai bahasa tubuh yang tegas agar anak berhenti.

5. Terapkan Disiplin Ganda

Saat lain kali balita memukul sembari menunjukkan rasa tidak hormat serta meremehkan, segera dudukkan anak, lalu tatap matanya dengan tajam dan katakan dengan tegas bahwa ia tidak boleh memukul Papa dan Mama dalam kondisi apapun. Peringatkan bahwa perilaku seperti itu tidak bisa diterima dan akan ditindak dengan tegas.

Berikan anak waktu time-out di kamarnya, lalu setelah amarahnya mereda, bicarakan hal ini bertiga dengan Papa. Selanjutnya, Papa bisa menegaskan bahwa memukul orang tua adalah hal yang tidak bisa diterima dan akan ada konsekuensinya. Bila Papa dan Mama kompak, si kecil akan berpikir dua kali untuk mengulanginya.

 

Konsistensi Mama dalam memberikan contoh yang baik dan mengajari anak cara mengungkapkan perasaan akan sangat membantu balita berhenti memukul. Apa Mama punya cara lain yang efektif untuk menghadapi balita suka memukul?

(WA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.