Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perkembangan Anak | Dec 10, 2017

5 Hal yang Dapat Menyakiti Hati Anak

Bagikan


Setiap orangtua menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Walaupun sudah diberikan pendidikan sekolah yang optimal, orangtua selalu lupa bahwa sebenarnya merekalah contoh terbaik bagi anak-anaknya.

Maka, orangtua harus berhati-hati dalam berkata-kata dan bersikap terhadap anak. Moms tidak tahu kapan perkataan Moms menyakiti hatinya dan bila terus dibiarkan, mungkin anak malah jadi merasa tidak dekat dengan Moms. Perasaan-perasaan inilah yang nantinya akan memengaruhi bagaimana mereka bersikap di masa depan.

Oleh sebab itu, perhatikanlah hal-hal berikut yang dapat menyebabkan si kecil sakit hati.

Orangtua Tidak Tepati Janji

Berusahalah untuk mengingat janji-janji yang pernah Moms berikan pada anak, agar anak merasa tidak disepelekan dan tidak dipermainkan perasaannya. Oleh sebab itu, jangan berikan janji-janji yang tidak bisa Moms tepati. Dengan menepati janji, anak tidak akan meremehkan dan merasa bisa memercayai orangtuanya.

Kurang Memberi Perhatian dan Waktu

Menyatakan kasih sayang dan membangun hubungan yang dekat dengan anak tidak bisa hanya dilakukan dengan memberi hadiah atau kehadiran semata-mata. Kasih sayang terhadap anak yang mendalam akan terbaca sendirinya oleh anak melalui kehadiran Moms yang sungguh-sungguh memberikan perhatian untuknya sepenuhnya.

Namun, waktu dan keadaan sering kali membatasi perhatian orangtua untuk selalu ada untuk anak. Sekalipun orangtua sibuk, adakanlah waktu dan usahakanlah berkomunikasi dengan anak. Luangkanlah waktu setiap hari untuk berinteraksi bahkan bertatap muka dengan si kecil dan ajak dia mengobrol.

Baca Juga : Mengenal Hypnoparenting, Teknik 'Menghipnotis' Anak

Tidak Menjadi Teladan bagi Anak

Konsisten dalam berkata-kata dan bertingkah laku yang baik, sopan dan tidak melakukan apa yang Moms larang untuk anak. Di manapun Moms berada, siapapun yang Moms hadapi, Moms harus menunjukkan nilai yang sama.

Terapkanlah nilai standar hidup yang sama di manapun Moms berada, sehingga Moms tidak terlihat seperti orang yang munafik di depan anak. Anak akan merasa ditipu bila melihat orangtuanya melakukan apa yang tidak boleh dia lakukan.

Berlaku Kasar Pada Anak

Jangan bebicara dengan nada tinggi dan berteriak. Jangan terbawa emosi bila menghadapi anak karena secara tidak sadar Moms bisa melakukan tindak kekerasan pada anak.

Perlakuan yang kasar akan membuat anak merasa tertolak dan tidak diinginkan keberadaannya. Tindakan dan perkataan kasar dari orangtua ini akan memicu anak untuk berbuat hal yang sama pula kepada orang lain, termasuk orangtuanya sendiri.

Merendahkan Anak dengan Perkataan Negatif

Jangan biasakan untuk mengeluarkan kata-kata yang negatif kepada anak Moms, seperti label "bodoh”, “lamban”, “pemalas”, dan lain-lain. Sebab, label apa yang Moms berikan pada anak, itulah yang akan diingat dan dianggap menjadi identitas dirinya.

Biasakanlah untuk memotivasi anak dengan kata-kata yang membangun dan menguatkan, daripada memberi kata-kata negatif yang menjatuhkan rasa percaya diri mereka.

Walaupun anak mendengar kata-kata negatif dari orang lain atau teman-temannya, namun anak telah memiliki dasar yang kuat dan kepercayaan diri yang dibekali oleh orangtuanya. Perkataan negatif  dari orang lain tidak akan digubris karena orangtuanya tidak berkata negatif tentang dirinya.

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.