DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Sekolah Anak | Jan 25, 2017

5 Jenis Bullying yang Mungkin Dialami Anak

Bagikan


   

Sekolah dan lingkungan bermain anak seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak. Sayangnya, hingga saat ini bullying atau penindasan masih kerap terjadi dalam kehidupan anak-anak. Baik itu di sekolah, dalam lingkungan pergaulan anak, atau di lingkungan tempat tinggal keluarga Mama.

Kadang anak yang menjadi korban bullying tidak berani memberi tahu orangtua, entah karena takut semakin ditindas atau karena merasa dirinya pantas diperlakukan secara tidak adil. Oleh karena itu, orangtua juga harus peka melihat ciri-ciri dari lima jenis bullying berikut ini.

  

1. Penindasan verbal

Anak yang ditindas lewat kata-kata biasanya diberi julukan yang negatif, misalnya si bodoh, si gendut, si jelek, dan sebagainya. Anak juga sudah sering menerima makian atau ejekan yang menyakitkan hati. Korban jenis bullying ini biasanya tidak percaya diri, mudah tersinggung, dan menarik diri dari pergaulan.

 

2. Penindasan fisik

Jenis bullying ini dampaknya sangat terlihat. Anak mungkin mengalami memar atau luka dengan alasan yang tidak jelas seperti jatuh dari tangga. Namun, kadang bekas-bekas serangan si pelaku tidak tampak. Maka, perhatikan tanda-tanda lain seperti anak tidak mau pakai baju yang agak terbuka atau ketika Mama menyentuh bagian tubuh tertentu, anak meringis kesakitan atau mengaduh. Biasanya anak yang bertubuh kecil atau fisiknya lemah rentan mengalami penindasan ini.

 

3. Pengucilan

Meskipun tidak diejek-ejek secara langsung atau disakiti secara fisik, pengucilan masuk dalam jenis bullying. Anak mungkin difitnah atau disudutkan sehingga tak ada yang mau berteman dengannya. Perhatikan jika anak lebih senang menyendiri dan sibuk main video game daripada bermain bersama teman-temannya. Anak yang dikucilkan juga cenderung tidak percaya diri dan mudah tersinggung.

 

4. Cyberbullying

Maraknya penggunaan media sosial dan Internet perlu ditanggapi dengan bijak. Pasalnya, penindasan bisa terjadi di dunia maya. Penindasan ini dikenal dengan istilah cyberbullying. Misalnya ketika akun media sosial anak dibanjiri komentar negatif yang menyakitkan atau data pribadi seperti foto dan video disebarkan tanpa seizin anak. Pelakunya mungkin menggunakan nama samaran sehingga tindakannya sangat keterlaluan. Bila anak sering menghabiskan waktu di dunia maya tapi selalu tampak resah atau sedih, Mama perlu berhati-hati dan bicarakan baik-baik dengan anak.

 

5. Penindasan seksual

Jenis bullying yang satu ini lebih sering dialami anak perempuan daripada anak laki-laki. Biasanya si korban menerima ejekan atau julukan yang bernada seksual atau melecehkan. Misalnya, tubuh anak sudah lebih dewasa dari anak perempuan seusianya. Anak mungkin mengalami penindasan ini dari teman-temannya di sekolah. Waspadai jenis bullying ini karena jika tidak ditanggapi secara serius, bullying bisa berujung pada kekerasan seksual. Biasanya korban akan menutup diri, menolak memakai pakaian terbuka, takut menghadapi lawan jenis, dan merasa tidak percaya diri.

 

Menurut Mama, jenis bullying apa lagi yang mungkin saja dialami anak? Mari pelajari tanda-tandanya dan cegah bullying di sekolah atau lingkungan pergaulan anak.

 

(IA)

Bagikan

Artikel Terkait