DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Balita | Feb 9, 2017

5 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Saat Mengganti Popok Balita

Bagikan


   

Memang harus diakui jika popok tidak bisa lepas dari balita. Popok menjadi kebutuhan utama yang harus ada setiap harinya.

Pemasangan popok pada balita memang terlihat gampang dan mudah dilakukan, tapi siapa sangka masih banyak persepsi masyarakat Indonesia yang salah paham dalam pemakaian popok pada balita.

Selain itu, mengganti popok secara rutin harus diperhatikan Mama secara benar-benar. Jika tidak, kulit balita akan timbul iritasi karena kulit balita lebih sensitif.

Berikut ini adalah 5 kesalahan yang sering Mama lakukan ketika mengganti popok balita antara lain:

1. Cara membersihkan salah

Sebelum mengganti popok, hal yang pertama dilakukan adalah membersihkan bagian kemaluan balita. Mama dapat menggunakan kapas atau tisu basah untuk membersihkan sisa urin atau feses balita. Seringkali hal yang kelewatan adalah cara membersihkannya yang kurang tepat.

Khusus balita perempuan, sapukan atau bersihkan dari arah depan ke belakang (dari kemaluan ke arah anus bukan sebaliknya). Hal inilah yang sering dianggap salah paham oleh para ibu karena saat Mama membersihkan mulai dari anus ke kemaluan, malah membuat bakteri masuk kebagian dalam anus yang bisa berakibat infeksi saluran kemih.

 

2. Frekuensi pergantian terlalu jarang

Berdasarkan hasil riset, rata-rata orang Indonesia mengganti popok balita antara 3-6 kali sehari. Namun ternyata frekuensi pergantian popok tersebut masih dikatakan jarang. Menurut dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, dokter spesialis anak mengungkapkan bahwa popok harus diganti setiap kali terisi. Hal ini disebabkan struktur kulit balita sangatlah tipis karena ikatan antar yang masih lemah dan halus. Di Jepang, pergantian popok minimal dilakukan 8 kali sehari.

 

3. Ukuran popok tidak berubah

Pertumbuhan balita terus akan meningkat seiring waktu secara cepat. Hal ini juga berlaku pada ukuran popok balita. Jangan membeli popok yang sama tanpa mengetahui berat badan balita pastinya. Jika Mama belum yakin dengan berat badan si kecil, lakukan penimbangan di rumah. Penilaian berdasarkan berat badan ternyata lebih cocok dibandingkan usia dalam menentukan ukuran popok.

 

4. Popok terlalu ketat

Seringkali Mama memakaikan popok terlalu ketat agar tidak berceceran saat buang kotoran. Namun siapa sangka jika popok yang terlalu ketat, dapat membuat balita merasa tidak nyaman. Selain itu, timbul guratan pada kulit bagian perut balita. Jika hal itu terjadi, Mama dapat meregangkan perekat popok agar lebih longgar dan pas.

 

5. Lupa cuci tangan

Hal yang paling sering dilupakan saat mengganti popok adalah cuci tangan. Jangan hanya peduli dengan kesehatan balita, pedulilah juga dengan kesehatan diri sendiri. Saat mengganti popok, Mama terpapar kuman. Jika tidak cuci tangan yang kotor tersebut bisa mengenai benda lain yang bisa berakibat buruk bagi kondisi Mama dan orang lain karena penyebaran kumannya.

  

Apakah Mama juga sering melakukan kesalahan ganti popok balita seperti di atas? Yuk segera introspeksi diri dan ubahlah sesegera mungkin demi kebaikan balita.

 

(PIA)

Bagikan

Artikel Terkait