Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Pasca Melahirkan | Mar 24, 2017

5 Ketakutan Pria Saat Menjadi Ayah

Bagikan


 

 

Bagi seorang pria, memulai komitmen dalam suatu jalinan pernikahan bukanlah hal yang mudah. Terlebih jika tak lama kemudian mereka akan menyambut datangnya momongan. Ketakutan pria saat menjadi ayah ini ternyata dipengaruhi oleh beberapa hal, lho. Berikut yang perlu Mama ketahui dan bagaimana menyikapinya.

 

  1. Takut Tidak Mampu Memberikan yang Terbaik

Ini adalah hal utama ketakutan ayah pada saat baru memiliki anak. Rasa bahagia tentu ada dalam hatinya, tetapi pertanyaan terbesar yang sering mereka tanyakan kepada diri mereka sendiri adalah “Apakah saya dapat terus memberikan yang terbaik untuk keluarga saya?” Hal ini sangat manusiawi dirasakan seorang pria yang merupakan kepala keluarga. Mama, sebagai partner hidup sudah semestinya meyakinkan pasangan Anda bahwa semuanya akan baik-baik saja selama usaha, kerjasama dan doa selalu menyertai keluarga kecil Mama.

 

  1. Goodbye Happy Hour!

Peralihan menjadi seorang suami ke seorang ayah biasanya didominasi rasa ketakutan “Saya tidak akan banyak waktu lagi untuk me time atau pergi hangout saat akhir pekan”.  Setiap orang memang berhak mempunyai kehidupan sosial, maka dari itu Mama wajib membuat kesepakatan paling tidak sebulan sekali Mama dan suami mendapat “jatah” bergilir untuk menyenangkan diri sendiri. Entah itu sekadar minum kopi atau pergi ke suatu tempat bersama teman-teman terdekat.

 

  1. Saya Tidak Tahu Bagaimana Merawat Bayi

Ketakutan ayah baru yang lainnya adalah ketika mereka merasa tidak tahu harus memulai dari mana untuk merawat bayinya. Ayah tentu tidak ingin salah langkah atau terjadi hal-hal yang fatal akibat minimnya pengetahuan merawat bayi. Mari meminimalisir hal tersebut mulai dari masa-masa kehamilan. Membaca buku-buku atau artikel parenting bukan hanya tugas Mama lho. Ajak suami untuk belajar bersama bagaimana cara menyuapi bayi, mengganti popok, menenangkan bayi saat menangis dan mungkin menonton video panduan bagaimana cara memandikan bayi.

 

  1. Apakah Masih Ada Perhatian Dari Istri Saya?

Pada saat bayi lahir, tentu Mama akan sibuk dengan berbagai keperluan si kecil. Ketakutan ayah baru yang sepertinya umum terjadi adalah kekhawatiran kurangnya perhatian dan kasih sayang yang Mama berikan. Bagaimanapun, suami juga butuh perhatian-perhatian kecil yang membuat dirinya merasa diapresiasi. Walau waktu kalian tidak lagi banyak untuk berduaan, coba curi-curi waktu untuk mengecup kening saat suami tertidur, atau membuatkan kopi setiap pagi dan meluangkan waktu untuk mengawali pembicaraan hangat akan membuat suami merasa nyaman dan merasa didengarkan.

 

  1. Kurang Tidur dan Akan Menghambat Konsentrasi Di Kantor

Tiga bulan pertama bagi ayah baru adalah masa-masa adaptasi dimana Mama dan suami harus siap siaga terbangun di malam hari untuk mengganti popok, menyusui, atau mendiamkan bayi Anda ketika tiba-tiba menangis. Ini tentu akan mengganggu waktu istirahat dan ada hal yang ditakutkan seorang ayah bahwa “Jika terus menerus istirahat saya terganggu, saya takut produktivitas di kantor akan menurun dan berdampak pada karir saya”. Meskipun demikian, Mama harus menanamkan pola pikir yang positif pada pasangan bahwa proses ini suatu saat akan kalian rindukan dan akan menjadi kenangan yang indah.

 

Menikmati proses menjadi orangtua baru memang melelahkan dan penuh pengorbanan. Dari waktu, emosi, tenaga, juga materi. Tetapi belajar dari hal-hal kecil bersama pasangan akan menjadi satu masa yang indah bahwa membesarkan seorang anak bukan hanya tanggung jawab seorang wanita, tapi juga kerja sama suami istri.  Say no to  stress and enjoy be a happy parents.

 

<LMF>

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.