Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Balita | Jul 27, 2017

5 Kiat Membantu Balita Yang Sulit Bersosialisasi

Bagikan


Selain karena kepribadian introvert balita yang membuatnya kurang suka bermain dengan anak lain, masih banyak alasan balita sulit bersosialisasi, diantaranya trauma dimarahi dan masalah kesehatan.

Padahal, sosialisasi menjadi bagian penting untuk mengembangkan kecakapan sosial dan emosional balita, serta mengenalkannya pada dunia yang lebih luas.

Solusi untuk balita sulit bersosialisasi tentu tak bisa disamaratakan, karena harus menggunakan cara yang sesuai dengan akar masalahnya. Untuk membantu balita bersosialisasi lebih baik, Mama bisa coba 5 kiat berikut.

1. Kenali akar masalahnya

shutterstock.com

Seperti yang sudah disebutkan di atas, Mama harus terlebih dahulu mencari tahu akar penyebab balita sulit bersosialisasi dengan teman sebaya.

Untuk memulai, Mama bisa mulai dengan bertanya langsung pada si kecil, kenapa dia jarang berbicara jika ada orang lain. Bila balita sudah masuk sekolah, Mama juga bisa meminta penilaian dari gurunya.

Secara umum, anak kecil memang akan merasa takut dan curiga pada orang asing. Meski begitu, tak ada salahnya bila Mama juga terus bertanya dan melakukan observasi, atau meminta bantuan profesional seperti psikolog anak.

2. Buat rencana bertahap

shutterstock.com

Setelah diketahui akar masalahnya, Mama bisa membuat rencana bertahap untuk membantu balita bersosialisasi lebih mudah. Hindari langsung membaurkan si kecil dengan orang lain, karena akibatnya bisa jadi lebih buruk. Anak malah akan menjadi takut, tidak nyaman dan semakin enggan untuk bersosialisasi.

Rencana bertahap bisa dilakukan seperti berikut:

  • Perbanyak interaksi dengan orang lain yang sudah dikenalnya, seperti kakek, nenek, sepupu, atau tetangga.
  • Selalu berikan waktu bagi si kecil untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan orang baru.
  • Ajarkan dan beri contoh nyata mengenai konsep berbagi, bergantian, kompromi, dan saling menghormati, melalui permainan kreatif saat sedang bersama teman sebaya.
  • Ajarkan anak mengenali perasaannya serta cara untuk bereaksi pada perasaan orang lain.
  • Dorong balita untuk mulai melakukan aktivitas dalam kelompok, baik itu di sekolah maupun di kelompok bermain.

 

3. Perlihatkan si kecil cara bersosialisasi

i.huffpost.com

Satu hal penting yang kadang dilupakan orang tua adalah memberikan contoh bersosialisasi yang benar pada si kecil, agar anak bisa belajar langsung dari apa yang dilihat dan didengarnya. Bila ia jarang melihat Mama bersosialisasi, bagaimana mungkin ia bisa melakukannya dengan lancar?

Tak perlu pergi jauh untuk bersosialisasi, Mama bisa mengajak si kecil saat melakukan aktivitas rutin di luar rumah, seperti berbelanja di supermarket atau arisan. Dengan begitu, ia bisa melihat Mama mengobrol, tersenyum, serta bertukar barang dengan orang lain, dan akan meniru ekspresi serta bahasa yang Mama gunakan saat bersosialisasi dengan orang lain.

4. Rutin mengajak berbicara

shutterstock.com

Practice makes perfect. Bila Mama rutin mengajaknya mengobrol, balita akan lebih mudah menyuarakan pendapat dan mengekspresikan emosinya, sehingga ia pun akan menjadi lebih percaya diri dalam bersosialisasi.

Mama bisa mulai dengan sering bertanya mengenai berbagai hal, mulai dari benda yang ia pegang hingga makanan yang sedang dimakannya. Tanya dengan semangat dan antusias, respon jawaban dengan senyum, dan jangan lupa untuk memberikan apresiasi jika dia bisa menjawab dengan lancar.

5. Bawa ke tempat umum

shutterstock.com

Semua cara diatas akan lebih efektif untuk membantu balita bersosialisasi bila Mama rutin mengajaknya ke tempat umum, untuk melatih interaksi dengan orang lain. Tak perlu segera menyuruhnya berbicara dengan orang lain, biarkan saja ia mempelajari situasi dan membiasakan diri terlebih dulu.

Dengan cara ini, perlahan balita akan belajar sendiri cara mengatasi rasa canggung yang sering dirasakan saat awal bersosialisasi dengan orang lain.

 

Tenang saja Ma, meskipun saat ini balita kesayangan sedikit sulit bersosialisasi, bukan berarti dia akan sulit bergaul di masa depan. Pupuklah kebiasaan berbicara dan rasa percaya dirinya dari sekarang, agar ia tumbuh menjadi anak yang supel. Bagaimana dengan balita Mama, apa ia sudah pandai bersosialisasi?

(WA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.