Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Balita | Feb 17, 2017

5 Masalah Gigi Pada Balita

Bagikan


 

Memasuki usia 1-2 tahun, biasanya gigi susu pada balita sudah betumbuh hamper komplet. Pada fase ini pulalah, seringkali balita Mama mulai mengalami beberapa masalah pada giginya. Jika tidak ditangani secara tepat, masalah ini akan menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman pada si kecil, lho.

 

5 masalah gigi susu pada balita yang tidak boleh diabaikan antara lain:

 1. Gigi keropos hingga tinggal akar

Ini terjadi pada balita yang sering menggunakan dot atau botol susu sebagai pengantar tidur, selama berjam-jam. Proses pengeroposan gigi ini berlangsung secara perlahan, dan pada akhirnya gigi yang tersisa adalah akarnya saja. Jika hal itu terjadi, bakteri akan berkumpul pada daerah tersebut yang nantinya bisa menyebabkan perdarahan pada gusi balita.  Untuk mengatasinya, mama dapat mengurangi kebiasaan balita menggunakan dot dan lebih mengajarkannya dengan memakai gelas. Selain itu, mama juga bisa menggunakan space maintainer guna mencegah gigi tumbuh tidak beraturan.

  

2. Gigi Berlubang

Ini adalah masalah gigi paling sering terjadi pada balita. Penyebabnya adalah sisa makanan yang tertinggal di gigi dan tidak dibersihkan. Jika dibiarkan, lubang pada gigi susu akan berpindah ke gigi permanen anak. Gigi berlubang ditandai dengan bitnik putih atau kekuningan pada gigi. Jadi, bila si kecil mengeluh nyeri pada giginya, segera periksakan ke dokter gigi, agar gigi berlubang tidak menjadi sarang bakteri.  

  

3. Plak Gigi

Biasanya kondisi ini terjadi pada balita yang menyusu dengan menggunakan botol. Sisa dari susu formuladan makanan yang menempel pada gigi akan menimbulkan plak jika tidak dibersihkan secara rutin. Plak ini lama kelamaan akan mengeras dan menjadi karang gigi. Mama dapat melakukan pencegahan dengan rutin sikat gigi 2 kali sehari dan rajin memeriksakan anak ke dokter gigi.

 

4. Gigi Maju (Tonggos)

Penyebab timbulnya gigi maju (tonggos) bisa karena keturunan dan kebiasaan buruk. Kebiasaan buruk tersebut antara lain mengempeng, menghisap jempol, ngedot menggunakan botol dan menghisap bibir bawah. Kebiasaan buruk ini cenderung membuat perubahan dari bentuk rahang sehingga langit-langit mulut lebih ke dalam. Akibatnya daerah untuk tumbuh gigi pun menjadi lebih sempit, sehingga gigi tampak lebih maju dibanding gigi lain. Mama dapat mencegahnya sedari awal dengan mengurangi kebiasaan buruk balita tersebut. Untuk perbaikan gigi menggunakan behel, tunggu hingga gigi permanen tumbuh sempurna dan hanya boleh dilakukan oleh orthodontist.

 

5. Radang Gusi

Radang gusi sering terjadi pada balita yang mengalami kekurangan vitamin C atau perawatan gigi yang buruk. Biasanya ditandai dengan adanya gusi berdarah dan sariawan. Jika hal ini terjadi pada si kecil, mama dapat membawanya berobat ke dokter.

 

 

Hal inilah yang membuat betapa pentingnya sikat gigi pada anak. Apakah mama sudah mengajari balita sikat gigi dengan baik?

 

(PIA)

 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.