Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Bayi | Aug 11, 2017

5 Stimulasi Untuk Memperkuat Leher Bayi

Bagikan


Untuk memperkuat leher si kecil, ada kalanya butuh bantuan Mama untuk menstimulasinya. Kemampuan bayi untuk mengangkat leher memang akan berkembang secara alami. Umumnya bayi mampu mengangkat kepalanya saat berusia sekitar 1 bulan, kemudian akan mampu menahan kepalanya saat duduk sekitar usia 4 bulan. Pada saat bayi berusia 6 bulan, otot leher sekaligus kontrol kepalanya suddah semakin kuat dan mantap.

Meskipun secara natural leher bayi akan semakin menguat dan tegak, beberapa bayi memiliki leher yang tampak lemas atau tidak mampu mengangkat pada usia yang seharusnya sudah dilakukan. Oleh karena itu, Mama perlu mencermati jika si kecil tidak mampu mengangkat kepalanya pada usia sekitar 2 bulan, atau si kecil tampak malas untuk memutar kepalanya. Lakukan stimulasi seperti di bawah ini untuk memperkuat leher bayi sehingga bisa membantu si kecil mampu mengangkat lehernya.

  1. Rajin Mengubah Posisi Kepala Bayi Saat Tidur Terlentang

Ubah posisi kepala si kecil setiap kali ia tidur. Pada suatu waktu, Mama bisa memposisikan kepala si kecil dengan kepala menghadap lurus ke kiri. Pada waktu lainnya, posisikan kepalanya dengan wajah menghadap lurus ke kanan.

  1. Latih Bayi Tengkurap Lebih Awal

Membiarkan bayi berada dalam posisi tengkurap sangat penting dalam membantu kemampuan motoriknya. Melatih si kecil tidur tengkurap bisa Mama lakukan bahkan saat ia baru lahir. Caranya, gendong si kecil dan posisikan tengkurap di dada Mama saat Mama tidur di ranjang atau kursi. Posisi ini mendukung kontak mata antara Mama dan si kecil, cara paling efektif untuk membangun hubungan emosional dengan si kecil.

  1. Ganjal Tubuh Bayi Menggunakan Gulungan Handuk

Mama bisa mendukung si kecil pada posisi tengkurap menggunakan bantuan handuk. Caranya, letakkan gulungan handuk atau selimut tipis di bawah dada si kecil. Posisikan tangan si kecil melewati gulungan sehingga posisi lengannya lurus dengan pundak. Sesuaikan posisi Mama dengan wajah si kecil. Kemudian ajak si kecil berbicara, bernanyi atau bacakan cerita.

  1. Variasikan Cara Menggendong Bayi

Untuk memperkuat leher bayi, cobalah berbagai posisi saat Mama menggendong dan memangku si kecil. Hal ini berfungsi mengaktifkan otot bayi untuk merespon gaya gravitasi. Latihlah si kecil melihat ke kiri dan ke kanan dengan cara menunjuk benda-benda maupun suara yang menarik di kiri dan kanannya.

  1. Hubungi Terapis Fisiologi

Si kecil seharusnya memiliki kesempatan untuk bisa mencoba berbagai gerakan dan posisi selama ia terjaga. Jika memang diperlukan, ada baiknya Mama menghubungi terapis fisiologi di rumah sakit untuk memberikan masukan pada Mama sehubungan dengan postur serta gerakan yang bisa dicoba si kecil di rumah.

Hingga saat ini, sekitar 25% bayi yang diketahui mengalami plagiocephaly (sindrom kepala peyang) dan torticollis (kelainan pada ruas tulang belakang, otot atau saraf yang membuat gerakan dan posisi leher akan terganggu) memiliki masalah perkembangan mendasar.

Baca juga: 4 Langkah Mengatasi Kepala Peyang pada Bayi

Sangat penting untuk memeriksakan si kecil ke dokter anak secara rutin, terutama saat Mama mulai mendeteksi leher bayi tidak berkembang dengan semestinya.

 

<RGW>

 

 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.