Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perkembangan Anak | Apr 27, 2017

5 Strategi Supaya Anak Mau Mendengarkan Mama

Bagikan


   

Apakah setiap hari Mama harus mengulang-ulang perintah yang sama? Misalnya anak harus mandi sebelum pukul 5 sore, anak harus sikat gigi sebelum tidur, dan perintah-perintah sejenisnya.

Memang lelah sekali jika harus bolak-balik memberi perintah tetapi anak mengabaikannya. Jadi, kira-kira bagaimana caranya supaya anak mendengarkan Mama dengan baik? Coba dulu lima strategi berikut ini!

  

1. Pastikan anak benar-benar mendengar perkataan Mama

Usahakan untuk tidak memberi perintah atau bicara pada anak dari jauh. Misalnya ketika Mama di dapur dan anak sedang berada di kamarnya. Kalau anak hanya mendengar perintah Mama secara samar-samar, ia tak akan mengindahkannya.

Jadi, kalau anak sedang di kamarnya, cukup panggil dengan cara, “Kakak, tolong ke dapur sekarang.” Setelah anak sampai di dapur, baru Mama bisa berbicara dengannya tanpa teriak-teriak.

   

2. Bicara pelan-pelan dan satu-satu

Supaya anak mau mendengarkan Mama, usahakan agar kata-kata Mama bisa dicerna si kecil dengan baik.

Daripada berkata, “Nak, tolong kamarmu dirapikan, ya. Setelah itu mandi. Habis mandi jangan lupa PR-nya dikerjakan,” sebaiknya Mama bicara pelan-pelan dan beri perintah satu-satu. Misalnya menyuruh anak untuk merapikan kamarnya. Setelah ia melaksanakannya, baru minta anak untuk mandi. Begitu seterusnya.

Anak pun akan memahami bahwa setiap perkataan Mama harus jadi prioritas baginya. Sementara kalau Mama langsung memberikan banyak perintah, anak jadi bingung mana dulu yang harus dikerjakan.

   

3. Beri alasan mengapa anak harus melakukan apa yang Mama minta

Bila disuruh sekali dan dua kali anak belum juga beranjak, cobalah untuk menjelaskan alasan anak harus melakukan apa yang Mama katakan.

Misalnya, “Dalam waktu sepuluh menit kamu sudah harus selesai mandi. Kalau kamu tidak mandi sekarang juga, kita akan terlambat berangkat dan di jalan kena macet.”

Jangan menjawab dengan, “Pokoknya nurut saja kata Mama!”. Tanpa memahami alasannya, anak akan tetap bermalas-malasan dan mengabaikan perintah Mama.

   

4. Beri peringatan

Kalau cara-cara tersebut belum berhasil juga, ancam dengan peringatan. Misalnya, “Kalau kamu tidak mandi sekarang juga, kamu akan terlambat. Mama tidak mau mengantarkan kamu ke sekolah karena kamu tidak bisa menghargai waktu Mama.”

Sesekali, jangan hanya mengancam. Lakukan apa yang Mama peringatkan supaya anak tahu Mama bukan cuma main-main.

  

5. Biarkan anak merasakan akibatnya sendiri

Sesekali anak perlu merasakan akibat tidak mendengarkan kata-kata Mama. Kalau Mama sudah berkali-kali mengingatkan anak untuk membawa jaket ke sekolah tapi anak tetap cuek, jangan membawakan jaket untuknya.

Biarkan saja anak pergi tanpa bawa jaket. Dari situ ia akan belajar bahwa omongan Mama selalu benar dan untuk kebaikan dirinya sendiri.

  

Memang tidak mudah untuk membuat anak lebih perhatian pada kata-kata Mama. Namun, strategi di atas bisa dicoba pelan-pelan. Mama punya cara lain supaya anak mau mendengarkan kata-kata Mama? Bagikan tipsnya, dong!

 

(IA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.