DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Balita | Aug 10, 2017

5 Taktik Meredakan Pertengkaran Balita Dengan Saudaranya

Bagikan


Setiap hubungan pasti akan mengalami konflik, begitu juga antara balita yang tinggal serumah dengan saudaranya.

Mama yang punya anak lebih dari satu, pasti tahu kan bagaimana pusingnya menghadapi drama pertengkaran saudara kandung setiap hari? Mulai dari rebutan mainan sampai salah posisi tempat duduk saja bisa membuat balita bertengkar dengan kakak atau adiknya.

Untuk mencegah pertengkaran saudara kandung berujung dengan main fisik atau saling ejek, ada 5 taktik meredakan pertengkaran yang bisa Mama coba di rumah.

1. Bicara dan tanya kebutuhan anak secara terpisah

Saat pertengkaran terjadi, pisahkan balita dan saudaranya, lalu tanyakan pada setiap anak apa penyebab pertengkaran agar Mama bisa tahu akar dari konflik - cemburu, stress, kesal, marah, merasa tidak diperhatikan, bosan, atau perbedaan kebiasaan.

Validasi perasaan anak dengan merefleksikan ungkapan perasaannya, misal: “Jadi kakak merasa Mama lebih sayang adik?” Meskipun Mama tidak setuju dengan apa yang dikatakan si kecil, ingat bahwa ia punya hak untuk merasakan apapun, jadi tunjukkan dengan empati kalau Mama benar-benar ingin mengerti perasaannya.

Setelah itu ajak anak untuk menjadi bagian dari solusi, dengan menanyakan “Apa yang sebaiknya kita lakukan supaya kakak dan adik tidak bertengkar lagi?” Tentu saja Mama bisa memberikan dua pilihan bijak yang bisa dipilih oleh anak. Cara ini akan membuat balita dan saudaranya terbiasa menyelesaikan konflik dengan mencari solusi bersama.

2. Ajari anak mengenali dan membuat batasan

Sejak usia balita, Mama sudah bisa mengajari bahwa setiap orang punya batasan fisik dan emosi sendiri yang harus dihargai, dan si kecil juga punya hak untuk melarang orang yang melewati batasannya.

Misalnya: “Kakak sedang butuh waktu untuk mengerjakan tugas sekolah, jadi adik tidak boleh mengganggu sampai kakak selesai ya.” atau “Kalau kakak ingin meminjam mainan, minta izin adik dulu ya.” Dengan begitu, anak akan belajar berempati, menghargai orang lain dan mengurangi resiko terjadinya pertengkaran di kemudian hari.

3. Puji saat melakukan negosiasi dan mencari solusi

Balita sudah cukup pintar untuk tahu kapan harus menerapkan hal yang sudah pernah Mama ajari atau contohkan. Jadi jangan ragu untuk mengungkapkan rasa bangga Mama saat melihat si kecil berbagi, mengalah, atau berusaha memberikan solusi. Ini akan menguatkan perilaku baik balita dan menjadi acuannya bila terjadi pertengkaran saudara kandung di kemudian hari.

4. Ajari anak cara menenangkan diri

Saat sedang dalam keadaan tenang, ajari balita cara sehat untuk menenangkan diri saat sedang merasa kesal atau marah. Misalnya: Bermain drum, menggambar di kertas, atau menarik napas dan menghitung sampai 10.

Beri pengertian bahwa berteriak, mengejek, memukul, mencakar, atau mencubit hanya akan menyakiti orang lain dan bukan cara yang baik untuk mengekspresikan emosi.

5. Buat aturan bersama

Saat semua orang di rumah dalam keadaan santai, adakan pertemuan kecil untuk membuat aturan dasar di rumah. Termasuk aturan perilaku antar saudara kandung, misalnya: selalu berlaku baik dan sopan pada saudara dalam keadaan apapun.

Tanyakan pada setiap anak seperti apa versi rumah yang bahagia bagi mereka. Puji kebaikan setiap anak, lalu katakan bahwa setiap pertengkaran akan membuat kebahagiaan di rumah rusak. Jelaskan dengan bahasa sedehana kalau Mama dan Papa akan merasa sedih kalau melihat anak bertengkar.

 

Alangkah baiknya kalau Mama juga ikut introspeksi, agar bisa terus memberikan contoh yang baik untuk balita kesayangan. Apa Mama punya taktik kreatif lain untuk meredakan pertengkaran saudara kandung?

(WA)

Foto : Shutterstock

Bagikan

Artikel Terkait