DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Karir & Keuangan | Dec 5, 2016

5 Tanda Anda Individual Player di Kantor

Bagikan


Sekarang ini, untuk bisa sukses di tempat kerja, Anda perlu menjadi team player. Kemampuan bernegosiasi , memberi pengaruh, terlibat, meyakinkan, dan bisa membujuk secara efektif dalam menyelesaikan suatu masalah adalah esensi dari teamwork.

Menurut Gerald Ferris, Profesor Manajemen dan Psikologi di Florida State University, tingginya kemampuan bekerja dalam tim dapat menurunkan stres dan meningkatkan semangat kerja, reputasi, kesuksesan, dan kemajuan karier. Dikutip dari salah satu artikel Dailyworth.com, ini tanda Anda adalah seorang individual player, bukan team player:

1. Tidak sadar politik

Untuk terlibat secara efektif dalam teamwork di kantor, Anda harus memahami dinamika interpersonal dan memahami permainan kekuasaan di tempat kerja. Ini termasuk memahami interaksi orang lain yang akan berdampak bagi penilaian perilaku Anda. Kurangnya kesadaran akan kerjasama tim kadang dianggap sebagai penilaian buruk. Ini dapat menghambat kemajuan karir Anda. Untuk manajer, ketidakmampuan melihat kelompok-kelompok di tempat kerja bisa membatasi efektivitas kerja. Peran utama seorang pemimpin adalah mengajak bawahannya terlibat dalam proses dan dalam me-manage stakeholder internal.

2. Hanya fokus menyelesaikan pekerjaan

Apakah Anda termasuk orang yang lebih tertarik pada hasil daripada cara memperolehnya? Terlalu fokus pada hasil dengan mengorbankan orang lain adalah tanda keterampilan teamwork yang buruk. Kebutuhan untuk berprestasi dapat 'mengisolasi' seseorang karena mereka cenderung terfokus pada kontribusi tugas masing-masing, bukannya terlibat untuk mencapai hasil bersama. Manajer akan menyimpulkan orang-orang seperti ini sebagai orang yang hanya fokus pada tugas atau ahli dalam hal teknis saja. Namun, sebagai pemimpin, orang seperti ini tidak mungkin berhasil, terlepas dari kinerja mereka.

3. Berusaha membuat diri sendiri terlihat baik

Orang yang senang mencuri spotlight alias senang menjadi sorotan biasanya mendapat tingkat kepercayaan yang rendah. Kalau Anda selalu berusaha membuat diri sendiri terlihat baik, orang-orang akan menyangka Anda sedang mempermainkan mereka. Kalau ingin menjadi team player, Anda seharusnya juga membuat orang lain tampak baik juga.

4. Anda bukan orang terpilih

Politik di tempat kerja tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui interaksi dengan orang lain. Kita pernah melihat atau bahkan merasakan tidak menjadi bagian dari keramaian atau karyawan favorit bos. Jika Anda menerima pengucilan sosial di kantor, kemungkinan Anda akan bersikap apatis soal pekerjaan. Dengan menjadi individual player, Anda bisa jadi semakin terisolasi. Anda juga akan semakin sulit memiliki pengaruh.

5. Terlalu fokus ingin jadi orang yang disukai

Menjadi orang yang disukai, mudah bergaul, dan mudah diajak bekerja sama tidak selalu berujung pada performa yang kuat. Belum tentu Anda tahu bagaimana meningkatkan kekuatan Anda untuk menjual ide atau mengajukan agenda tertentu. Ketika disukai menjadi tujuan utama Anda, seringkali Anda malah 'disalip' rekan Anda.

Jika Anda menyadari berpolitik atau berorganisasi untuk menyampaikan pendapat dan terlibat dalam beberapa pengambilan keputusan adalah hal yang baik, mengapa harus sungkan mengikutsertakan diri Anda dalam perkembangan perusahaan? Terlibat dalam kerjasama tim akan memposisikan diri Anda sebagai seseorang yang peduli dalam tumbuh kembang perusahaan, bukan hanya terfokus pada pekerjaan rutin dan hanya menerima gaji. Jadi, apakah Anda sudah menjadi team player atau masih menjadi individual player?

 

(LMF) 

Bagikan

Artikel Terkait