DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Gaya Hidup | Aug 16, 2016

5 Tanda Dia Belum Siap Berkomitmen

Bagikan


Bagi Anda yang sedang menjalin hubungan yang sudah cukup lama, pasti Anda pernah bertanya-tanya apakah pasangan Anda sudah siap secara emosional untuk berkomitmen pada satu sama lain. Apakah di kepalanya dia masih ingin bermain-main saja? Atau dia sudah memiliki gambaran tentang hidup Anda berdua pada langkah selanjutnya? Nah, sebelum menanyakan pasangan secara langsung, Anda bisa menebak-nebak jawabannya lewat lima tanda di bawah ini.

        1. Sulit mengambil keputusan

Pria yang belum siap berkomitmen biasanya akan kesulitan ketika harus mengambil keputusan besar dalam hidupnya, misalnya pilihan karier atau jika dia ingin membeli rumah. Tentu ini karena dia belum memiliki rencana jangka panjang untuk hidupnya di masa depan. Dia pun jadi kebingungan ketika harus menentukan pilihan yang akan berdampak besar baginya.

        2. Menolak bertemu keluarga Anda

Kalau dia belum siap bertemu dengan keluarga Anda, artinya dia tak yakin hubungan Anda sudah tiba di jenjang yang seserius itu. Dia masih ingin mengenal Anda lebih jauh lagi dan memastikan bahwa Anda adalah wanita yang tepat baginya sebelum melibatkan pihak luar mana pun.

        3. Tidak konsisten dengan kata-katanya

Mulai dari hal yang kecil seperti janjian kencan sampai hal besar seperti mengajak Anda bertemu sahabat-sahabatnya, pria yang siap berkomitmen akan menepati janjinya. Nah, Anda perlu berhati-hati jika dia lebih sering menebar janji daripada beraksi langsung. Memang di awal masa pacaran mudah saja membayangkan hubungan Anda akan berjalan mulus sampai pelaminan, tapi siapa tahu di tengah jalan dia merasa ragu dan takut untuk berkomitmen dengan Anda.

        4. Anda tidak menjadi prioritasnya

Memiliki kesibukan masing-masing tentu tidak dilarang. Namun, kalau dia lebih sering memilih untuk pergi bersama teman-temannya atau beristirahat di rumah di waktu luangnya, Anda perlu bicara empat mata dengannya.

        5. Menghindari topik pembicaraan yang serius

Ketika Anda mulai bicara tentang masa depan, rencana jangka panjang, dan arah hubungan Anda berdua, dia mulai menghindar dan mengalihkan topik pembicaraan. Atau dia tidak menggubris Anda dengan jawaban, “Ya sudah, pokoknya kita lihat saja nanti,” ini berarti dia belum punya gambaran apa pun tentang hal-hal tersebut. Jangan harap dia akan dengan senang hati mau diajak berkomitmen kalau begini ceritanya. 

--IA 

Foto: onethreeonefour

Bagikan

Artikel Terkait