DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Anak | May 23, 2017

5 Tips Membiasakan Anak Untuk Membereskan Kamar Tidurnya

Bagikan


Keributan anak dan orangtua yang paling sering ditemui di setiap rumah mungkin adalah soal menjaga kerapian dan kebersihan kamar anak.

Memang tidak mudah membiasakan anak untuk membereskan kamar tidurnya sendiri. Namun, dengan kesabaran dan trik yang ampuh, anak pasti bisa diajari untuk bersikap lebih bertanggung jawab atas kamar tidurnya sendiri.

Nah, ini dia lima kiat untuk membiasakan si kecil beres-beres kamar tanpa perlu diingatkan sampai ratusan kali.

1. Sediakan tempat atau kotak untuk meletakkan barang-barangnya

Kegiatan membereskan kamar anak akan jadi lebih mudah dan cepat kalau ada tempat khusus untuk semua barang-barangnya. Sebisa mungkin, sediakan lemari atau kotak yang manis untuk menyimpan mainan, tas, dan buku-buku si kecil.

Tegaskan juga bahwa anak harus selalu mengembalikan barang-barang yang sudah selesai dipakai kembali ke tempatnya.

2. Memberikan arahan yang jelas

Jika selama ini anak sulit sekali diminta untuk membereskan kamar tidurnya, mungkin karena ia sebenarnya bingung harus mulai dari mana dan apa saja yang harus dibereskan. Sebagai orang dewasa, Mama kadang lupa kalau anak belum begitu fasih menata ruangan.

Tak apa-apa, Mama masih bisa memberikan arahan yang jelas pada si kecil apa yang harus dilakukan. Daripada menyuruh anak untuk merapikan mainannya, katakan perintah yang spesifik. Misalnya, “Ayo simpan semua mainanmu di lantai ke dalam kotaknya,” atau “Tata buku-bukumu yang berserakan di rak sesuai mata pelajarannya,”.

3. Memulainya bersama-sama

Tanpa Mama ketahui, mungkin anak sebenarnya sudah berusaha merapikan barang-barang di kamarnya. Namun, hasilnya memang tak sesuai harapan Mama. Jangan langsung menuduh anak malas.

Justru, ajak anak untuk mulai beres-beres bersama. Dari situ, anak akan melihat standar seperti apa yang Mama harapkan darinya ketika membersihkan kamar. Kalau anak sudah tahu apa yang diharapkan darinya, biarkan anak mencoba membereskan kamarnya sendiri

4. Menjaga rumah selalu rapi dan teratur

Anak akan malas merapikan tempat tidur dan kamarnya kalau ruangan lain di rumah berantakan. Pasalnya, anak akan merasa bahwa berantakan itu wajar.

Anak-anak memang justru lebih mudah meniru kebiasaan orangtua, bukan kata-katanya. Maka, pastikan seluruh rumah Mama selalu rapi dan tertata agar anak jadi lebih mudah mencontoh kerapian.

5. Biarkan anak merasakan sendiri konsekuensinya

Mudah sekali bagi orangtua untuk merasa tergoda dan merapikan sendiri kamar anak. Akan tetapi, anak perlu memahami alasan di balik pentingnya beres-beres. Maka, sesekali biarkan anak merasakan sendiri akibat dari kemalasannya.

Jika ada mainan yang rusak karena terinjak atau ada buku pelajarannya yang hilang, ingatkan bahwa itu adalah konsekuensi yang harus ia terima. Jangan dibelikan mainan baru untuk menggantikan yang rusak. Kadang, anak memang harus merasakan dulu akibatnya baru merasa tergerak untuk melaksanakan tanggung jawabnya.

Itulah lima kiat jitu membiasakan anak untuk merapikan kamar tidurnya sendiri. Bagaimana dengan anak Mama? Apakah anak Mama cukup rajin membereskan kamarnya atau harus diingatkan dulu berkali-kali?

(IA)

Bagikan

Artikel Terkait