DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Balita | Mar 22, 2017

5 Tips Sukses Toilet Training Untuk Anak

Bagikan


 

 

Masihkah balita Mama menggunakan popok saat buang air kecil atau besar? Adanya popok sering membuat para orangtua merasa lebih mudah karena tidak perlu bolak-balik toilet untuk membersihkan si kecil saat buang air kecil atau besar. Tapi kebiasaan ini tidak bisa dibiarkan terus menerus karena berakibat buruk pada balita. Solusinya adalah mulai dengan melatih anak toilet training agar bisa mandiri. Berikut tips yang bisa Mama terapkan dalam training toilet anak atau balita:

 

  1. Kenalkan Toilet Pada Balita

Hal pertama yang bisa Mama lakukan adalah mengenalkan toilet itu sendiri pada balita. Jelaskan mengenai kegunaan toilet untuk BAK dan BAB. Jelaskan pula pada balita istilah dari BAK dan BAB, dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengertinya seperti ‘pipis’ atau ‘pup’. Menggunakan potty/pispot berbentuk lucu juga bisa membuat si kecil lebih tertarik untuk memulai toilet training-nya.

                                                                    

  1. Berikan Contoh Yang Baik

Tidak mungkin si kecil langsung bisa menggunakan toiletnya. Mama harus mengajarkannya secara perlahan. Cara mudahnya, Mama dapat mencontohkan secara langsung padanya cara menggunakan toilet yang benar. Mulai dari mengajarkan balita cara duduk yang benar saat BAK atau BAB baik menggunakan pispot atau tempat duduk kloset. Mama bisa membantu mendudukkan si kecil agar dia paham bagaimana cara penggunakan toiletnya.

 

  1. Ajarkan Cara Membersihkan Alat Kelamin

Ini merupakan hal penting yang harus diajarkan, karena kebersihan akan menjamin kesehatan dari tubuh balita Mama. Jika anak Mama perempuan, ajarkan dia untuk membersihkan kelaminnya menggunakan tangan kiri yang dimulai dari arah depan vagina, baru ke bagian anus. Hal ini dilakukan agar kuman dari anus tidak berpindah ke vagina sehingga kesehatan organ reproduksi pada si kecil dapat terjamin. Berbeda dengan anak laki-laki,  ajarkan untuk mengarahkan penisnya ke bawah pispot atau toilet agar air kencing yang keluar tidak terciprat pada bagian lain. Kemudian cucilah secara bersih.

 

  1. Cuci Tangan

Setelah BAK atau BAB, biasakan untuk selalu cuci tangan menggunakan sabun. Hal ini bertujuan untuk menghindari infeksi bakteri supaya tidak masuk ke dalam tubuh.

 

  1. Konsisten

Ketika mengajarkan balita mengenai toilet training, sikap konsistensi harus dijunjung tinggi. Sikap konsisten Mama ketika mengajarkan balita mampu mempercepat pemahaman serta keterampilan si kecil menggunakan toiletnya.

 

Apakah Mama siap untuk mengajarkan pada balita Mama sesuai dengan tips-tips di atas?  

<PIA>

Bagikan

Artikel Terkait