Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Rupa-rupa | Nov 2, 2017

6 Mitos Masa Kecil yang Menyesatkan Tapi Sering Dipercaya

Bagikan


6 Mitos Masa Kecil yang Menyesatkan Tapi Sering Dipercaya

Saat masih kecil, tentu kita pernah mendengar orang tua memberikan larangan sambil menceritakan tentang mitos-mitos tertentu. Mitos memang sengaja dibuat orang tua agar anaknya tidak melakukan sesuatu yang buruk. Dan masa kecil adalah masa dimana banyak mitos beredar, meski kadang diragukan kebenarannya.

Itu sebabnya ketika beranjak dewasa, saat kita mengingat atau mendengar kembali mitos masa kecil pasti akan terasa menggelikan. Pasalnya mitos terkadang tak masuk akal, bahkan secara logis tak mungkin terjadi, kan, Moms.

Memang tidak ada yang salah dengan maksud baik orang tua, namun cara yang diambil dengan mengatakan mitos sebagai alasan tidaklah tepat.

Terlebih logika anak yang belum bisa berpikir sempurna akan membuat segala mitos yang didengar seakan adalah nyata dan pasti akan terjadi.

Baca Juga: 5 Hal yang Dapat Menyakiti Hati Anak

Tapi, tak perlu diambil pusing. Anggap saja kita bernostalgia dengan masa kecil lewat sederet mitos yang sering didengar. Mulai dari yang biasa-bisa saja hingga yang absurd.

Nah, mana yang masih Moms ingat sampai sekarang?

1. 'Utang' darah

Tingkah anak kecil pasti sangat hiperaktif, berlarian dan melompat-lompat adalah hal biasa yang dilakukan. Saat berlarian, anak kecil akan melompati apa saja yang ada di depannya, bahkan ketika ada orang sedang tidur atau duduk.

Untuk menghentikan aktifitas ini, orang tua kerap mengatakan melompati orang berarti utang darah. Padahal tidak ada hubungannya.

2. Menyimpan batu

Mitos aneh aneh lain yang sering didengar waktu kecil adalah menyimpan batu. Ketika dalam perjalanan dan sang anak tiba-tiba ingin buang air besar, maka orang tua biasanya akan menyuruh anaknya untuk mengantongi batu. Entah apa hubungan antara menyimpan batu dan hasrat untuk buang air besar jadi tertunda. Meski demikian, sugesti tersebut kadang membantu.

Baca Juga: Mitos-mitos Soal Kesuburan Suami-Istri

3. Duduk di atas bantal

Ini yang paling sering terjadi ketika bantal di rumah dijadikan mainan oleh anak. Tidak ada yang bisa melarangnya untuk melakukan hal itu kecuali dengan menakut-nakutinya. Duduk di atas bantal akan mengakibatkan bisulan, dan ini yang selalu dikatakan oleh orang tua. Pertanyaannya, kenapa yang dipilih harus bisul, bukan penyakit lain saja? Aneh, ya!

4. Menghabiskan makanan

“Habiskan makanannya, nanti anak ayamnya mati, lo!”. Mungkin seperti itulah perkataan orang tua saat melihat sang anak malas untuk makan. Jika dipikir-pikir, bukankah kalau ada sisa makanan justru bisa diberikan untuk anak ayam agar bisa makan juga. Sepertinya, mitos ini masih akan berlanjut karena tidak bisa terjelaskan secara logis.

5. Dilarang menunjuk kuburan

Tidak ada yang salah dengan menunjuk kuburan. Mungkin mitos ini sengaja dibuat untuk memberi hormat pada orang yang sudah meninggal. Jika pun sudah terlanjur menunjuk kuburan, maka seseorang diharuskan menjilat jari yang digunakan untuk menunjuk kuburan agar kutukannya bisa lepas. Penawar seperti ini diperlukan agar dikemudian hari terhindar dari gangguan setan.

6. Diculik 'Wewe Gombel'

Sepertinya, ini mitos yang masih tetap eksis sampai sekarang. Mitos ini sering diucapkan oleh tua menjelang waktu Magrib datang. Waktu sore merupakan waktu bagi anak-anak berkumpul lalu bermain bersama. Saat sedang asik bermain, seorang anak pasti lupa waktu. Agar anak mau pulang, orang tua kemudian menakutinya dengan wewe gombel.

Mitos sebenarnya dibuat untuk tujuan baik, yaitu untuk mengingatkan anak tentang aktivitasnya agar tidak berlebihan. Sayangnya, secara logika akan membuat anak terperangkap pemahamannya. Akan lebih baik ketika mengingatkan anak menggunakan cara-cara yang logis agar logika mereka dapat tumbuh.

Mitos apa lagi yang sering Moms dengar? Atau jangan-jangan, sampai sekarang Moms pun sering mengatakannya pada Si Kecil?

(RIA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.