DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Bermain dan Belajar | Aug 11, 2017

6 Permainan Asah Otak Kanan dan Kiri Untuk Balita

Bagikan


Pastikan permainan mengasah otak menjadi aktivitas rutin balita, terutama saat si kecil memasuki golden age, yaitu sekitar umur 5 tahun. Para ahli mengatakan bahwa pada periode ini 90% otak balita akan berkembang secara drastis.

Nah, agar perkembangan otaknya semakin sempurna, Mama bisa mengenalkan si kecil pada permainan mengasah otak yang sederhana.

Tunggu dulu, kenapa harus permainan dan bukannya pelajaran? Ya, si kecil memang harus melakukan aktivitas berupa permainan agar setiap pelajaran mampu diserapnya secara menyeluruh.

Mengingat otak balita belum sampai pada pengetahuan kognitif, Mama bisa menggunakan 6 permainan asah otak kanan dan kiri ini agar si kecil semakin pintar:

1. Bermain building block

shutterstock.com

Bermain building block ternyata tak hanya mengasyikkan, tapi juga termasuk permainan mengasah otak yang sangat baik untuk balita.

Dengan bermain building block, si kecil akan belajar tentang bangun ruang, memperluas imajinasi, serta menajamkan fokus sehingga otak kiri dan otak kanannya pun akan terlatih dengan sendirinya.

2. Bermain puzzle

i.huffpost.com

Siapa yang tidak suka dengan puzzle? Permainan teka-teki ini ternyata baik untuk mengasah otak kiri dan kanan si kecil. Dia akan meningkatkan fokus untuk memecahkan masalah yang ada, sekaligus melihat kemungkinan solusi yang bisa diambil.

Semakin sering Mama mengajak si kecil bermain puzzle, akan semakin berkembang pula cara berpikirnya.

3. Bermain labirin

shutterstock.com

Labirin atau maze memiliki kerumitan yang hampir serupa dengan puzzle, namun biasanya lebih mudah untuk dipecahkan.

Meskipun lebih mudah, bermain maze ini sudah terbukti dapat menjadi aktivitas yang mendorong otak balita menjadi lebih aktif lho, Ma. Dengan permainan ini anak tak hanya akan mengasah skill motorik dan belajar untuk memecahkan masalah, imajinasinya pun akan berkembang dengan pesat.

4. Bermain petak umpet

compassionatesleepsolutions.com

Hayo, saat kecil dulu Mama juga pasti pernah bermain petak umpet kan? Ya, petak umpet juga ternyata termasuk permainan mengasah otak yang sangat menyenangkan untuk dilakukan bersama dengan teman.

Sama seperti bermain teka-teki, si kecil harus menebak letak persembunyian orang lain, sehingga intuisi dan skill observasinya terasah dengan baik.

5. Bermain sandbox

cbsnews1.cbsistatic.com

Sandbox merupakan istilah permainan yang membebaskan balita untuk membentuk sesuatu sesuai dengan keinginannya. Jenis permainan ini cocok dilakukan jika Mama ingin si kecil memiliki imajinasi yang luas dan perkembangan otak yang optimal.

Jenis permainan sandbox yang bisa dijadikan pilihan adalah bermain pasir, play dough, serta lilin malam, yang bisa dibuat jadi bentuk apapun yang anak inginkan.

6. Bermain bahasa asing

shutterstock.com

Para peneliti menemukan fakta bahwa anak yang sering menggunakan 2 bahasa atau lebih ternyata dapat menyerap informasi lebih cepat dan akurat. Untuk melakukannya, Mama bisa bermain bahasa asing dengan si kecil.

Tidak harus berupa kalimat yang panjang, Mama bisa menggunakan istilah bahasa asing untuk beberapa tempat atau benda di rumah, seperti toilet atau kamar tidur. Dengan begitu, dia dapat dengan mudah menghafal istilah bahasa asing tersebut dengan sendirinya.

 

Belajar melalui permainan memang cara yang paling cocok untuk mengenalkan hal baru pada balita, sekaligus mendorong perkembangan otak yang optimal. Jadi, aktivitas seru mana nih yang akan jadi favorit Mama dan balita kesayangan?

(WA)

Bagikan

Artikel Terkait