Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kehamilan | May 31, 2017

6 Tips Ibu Menyusui di Bulan Puasa

Bagikan


Ibu menyusui biasanya cepat lapar. Sebab, apa yang ia konsumsi akan ‘keluar’ lagi melalui ASI yang diminum bayinya. Karena itu, ibu menyusui lebih banyak makan dari biasanya. Tapi, kalau berpuasa, apakah produksi ASI tidak menurun karena ibu tidak makan dan minum selama 14 jam?

"Puasa tidak mengurangi produksi ASI,” tegas Desy Nur Arista, ahli gizi dari katering Slim Gourmet, saat diwawancarai Orami Magazine di acara 'Puasa Sehat 2017' yang digelar oleh SaladStop! Indonesia, Selasa (09/05/2017).

Ia menambahkan, seperti ibu hamil saja, jika ibu menyusui tidak kuat berpuasa maka tidak usah dipaksakan. “Yang penting makan makanan bergizi seimbang dan jangan lupa jaga asupan cairan. Kalau saat sahur sedang tidak nafsu makan, misalnya, minum susu saja,” saran Desy.

Puasa di bulan Ramadhan memang wajib bagi setiap muslim, termasuk ibu hamil dan menyusui. Akan tetapi, Islam memberikan kelonggaran bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak menjalaninya dengan mengganti puasa di lain waktu serta membayar fidyah.

Rata-rata berpuasa membutuhkan waktu selama 14 jam. Dalam rentang waktu tersebut, tubuh masih bisa mengompensasi kekurangan ketika berpuasa ketika berbuka hingga waktu sahur. Meski Mama tidak makan dan minum selama 14 jam, sebenarnya komposisi ASI tidak berkurang atau berubah kualitasnya dibandingkan ketika tidak berpuasa. Sebab, saat berpuasa, tubuh mengambil cadangan energi, protein, lemak, mineral, dan vitamin yang tersimpan di dalam tubuh. Produksi ASI baru akan berkurang jika Mama mengalami kekurangan gizi yang cenderung serius, saat sudah tidak ada cadangan zat gizi yang bisa digunakan untuk memasok produksi ASI secara lengkap lagi.

Meski demikian, sangat dianjurkan bagi Mama yang masih menyusui secara eksklusif (bayi berusia kurang dari 6 bulan) untuk tidak berpuasa atau menunda berpuasa. Karena pada masa menyusui eksklusif, ASI menjadi satu-satunya asupan gizi dan cairan bagi bayi. Proses metabolisme Mama di masa-masa ini juga bekerja secara giat untuk terus menerus memproduksi ASI dengan kandungan zat gizi yang lengkap.

Jika Mama memutuskan untuk menjalankan puasa Ramadhan, beberapa tips menyusui di bulan puasa berikut ini bisa membantu Mama mencukupi kebutuhan ASI si  kecil:

  1. Konsultasikan pada dokter jika Mama ingin berpuasa sementara si kecil masih berusia di bawah 6 bulan. Selama si kecil nyaman dan kebutuhan makannya tetap tercukupi serta berat badannya berkembang sesuai usianya, Mama boleh saja berpuasa.
  2. Pada dasarnya, selama Mama berpuasa, si kecil bisa menyusu kapan saja. Akan tetapi, di saat berpuasa produksi ASI Mama sedikit berkurang. Jumlah ASI baru berlimpah setelah Mama berpuka puasa. Hal tersebut disebabkan oleh hormon oksitosin. Oleh karena itu, usahakan si kecil lebih banyak menyusu saat malam setelah Mama selesai berbuka puasa hingga menjelang waktu sahur.
  3. Pastikan Mama makan tiga kali sehari, yakni saat sahur, berbuka puasa, serta menjelang waktu tidur setelah shalat tarawih. Ibu menyusui saat puasa juga dianjurkan agar selalu memperhatikan asupan gizi dengan mengonsumsi 50% karbohidrat, 20% lemak, dan 30% protein setiap kali makan untuk menghasilkan ASI yang berkualitas.
  4. Saat berpuasa, Mama mungkin merasa lemas setelah menyusui. Istirahat sejenak sangat berguna untuk membantu Mama mengembalikan energi. Bukan hanya itu, beristirahat juga sangat membantu mengembalikan kondisi psikologis Mama sehingga produksi ASI tetap lancar.
  5. Cairan tubuh akan berkurang 2-3% ketika berpuasa. Dengan begitu banyak minum air putih ketika sahur dan berbuka sangat membantu mencukupi kebutuhan cairan yang Mama butuhkan.
  6. Jika tubuh mengisyaratkan Mama harus berhenti puasa, jangan memaksakan diri untuk tetap mempertahankan puasa. Lebih baik Mama segera berhenti puasa agar kesehatan Mama dan buah hati tercinta tetap terjaga.

 

Baca juga: Siasat Sukses Menyusui

Meskipun Mama bisa menjalankan puasa Ramadhan, sebaiknya puasa dilakukan ketika si kecil sudah berusia 6 bulan ke atas. Sebab, di usia ini, mereka sudah tidak lagi bergantung sepenuhnya pada asupan ASI karena sudah mengonsumsi MPASI untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka.

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.