Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Bermain dan Belajar | Mar 3, 2016

9 Tanda Anak Siap untuk Toilet Training

Bagikan


 

Sampai usia kira-kira 12 bulan, anak belum bisa mengontrol keinginan buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) nya. Karena itulah diperlukan popok. Bagaimanapun juga, anak tak mungkin selamanya memakai popok karena kotorannya akan semakin banyak dan bau. Oleh karena itu, si kecil perlu diajari menggunakan toilet (potty training atau toilet training) sejak dini.

 

Umumnya, keterampilan anak yang dibutuhkan untuk toilet training berkembang pada usia 18-24 bulan, meski sebagian orang tua baru melatih buah hatinya menggunakan toilet pada usia 2,5-4 tahun. Setiap anak memang berbeda. Tunggulah ia siap toilet training. Tanda-tanda anak siap dilatih menggunakan toilet bisa dilihat sebagai berikut:

 

  1. Anak tetap kering selama 1-2 jam dan bangun tidur tanpa mengompol. Artinya, ia sudah bisa mengontrol otot kandung kemihnya.
  2. Jam-jam anak buang air dapat diprediksi. Misalnya di pagi hari, setelah makan, atau sebelum tidur.
  3. Anak mulai mengerti fungsi tubuhnya dan menunjukkan tanda ingin buang air, seperti mengatakan ‘mau pup’, pergi ke pojok ruangan, jongkok, atau mengeluarkan suara seperti sedang mengejan.
  4. Anak jijik dengan popok kotor dan ingin segera melepasnya
  5. Anak mulai bisa membuka pakaian sendiri. Misalnya, menurunkan celananya atau mengangkat roknya saat akan buang air
  6. Anak mengerti kosakata toilet seperti ‘pup’ dan ‘pipis’
  7. Anak ingin melihat cara orang tua atau kakaknya buang air di toilet. Ia juga tertarik melihat isi toilet dan menekan tombol flush.
  8. Anak melakukan urutan kegiatan seperti yang diinstruksikan, misalnya mengambil mainan, memasukkan mainan ke kotak, lalu menutup kotak mainan. Hal ini menunjukkan anak siap secara intelektual dalam melakukan serangkaian proses BAK dan BAB, seperti membuka celana, duduk, BAK atau BAB, cebok, siram, memakai celana, dan cuci tangan.
  9. Anak mulai menunjukkan kemandirian, tidak ingin dibantu karena merasa bisa sendiri, dan ingin menjadi anak besar

 

Tak perlu menunggu sampai semua tanda tersebut terlihat untuk memulai toilet training. Secara umum, cek saja apakah anak cenderung mulai ingin mandiri dan ingin menggunakan toilet seperti orang dewasa. Lakukan toilet training jika anak tampak tertarik dan bahkan antusias menggunakan toilet. Kalau anak justru menunjukkan penolakan, tak perlu memaksakan kehendak. Coba 1-2 bulan lagi.

 

Selain itu, agar proses toilet training berjalan lancar, lakukan saat tidak ada perubahan besar. Misalnya, pindah rumah, anak masuk PAUD, atau ada adik baru. Sebab, anak perlu menyesuaikan diri dengan rutinitas baru ke toilet ini.

 

(FR)

 

Foto: Thinkstock

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.