Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Jul 4, 2017

Air Es Bikin Gemuk? Ini 3 Mitos dan Fakta Seputar Air Es

Bagikan


Saat cuaca sedang panas, air es jadi seperti oase di tengah gurun. Minum es rasanya bisa menghilangkan dahaga lebih cepat daripada minum air hangat ketika kita kegerahan. Tapi, air es, kan, bikin gemuk? Mama juga tentu pernah mendengar tentang bahaya minum air es saat haid. Benarkah? Cari tahu jawabannya di sini, yuk!

  1. Air Es Bikin Gemuk

Ucapan “Jangan sering-sering minum air dingin. Bikin gemuk, lho!” mungkin sering Mama dengar. Namun jangan khawatir, karena ini anggapan yang salah. Mitos ini timbul karena banyak orang mengonsumsi makanan berlemak lalu minum es, kemudian merasa tidak nyaman karena lemak di sela-sela gigi, lidah, dan rongga mulut membeku. Hal ini yang menimbulkan pemikiran bahwa air es juga akan membekukan lemak di dalam tubuh, sehingga membuat kita jadi gemuk.

Faktanya, Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism menemukan bahwa air dingin yang dikonsumsi justru akan menaikkan suhu tubuh. Ini berarti air es tidak mungkin membekukan lapisan lemak dalam tubuh. Tapi, es bisa membuat tubuh gemuk kalau dicampur dengan sirop, gula, atau makanan dan minuman manis lainnya. Es campur atau es krim, misalnya. Jadi, yang bikin Mama gemuk bukan air esnya, melainkan bahan tinggi kalori lain yang digunakan.

  1. Minum Air Dingin Turunkan Suhu Tubuh Saat Kepanasan

Saat merasa kepanasan, Anda pasti merasa haus. Rasa haus ini sebenarnya adalah respons tubuh yang membutuhkan cairan untuk mendinginkan suhu tubuh. Jika selama ini berpikiran air dingin adalah pilihan yang tepat saat kepanasan, ada studi terbaru yang menarik mengenai hal ini. University of Ottawa justru menemukan bahwa dalam kondisi tertentu, minuman hangat adalah pilihan terbaik untuk mendinginkan suhu tubuh. Ini karena air hangat akan memicu pengeluaran keringat sehingga suhu tubuh akan lebih cepat menurun. Air dingin justru membuat keringat cepat berhenti, bahkan sebelum suhu tubuh menurun.

  1. Tidak Boleh Minum Air Es Saat Haid

Nah, mitos tentang air es ini juga termasuk salah satu yang tertua dan terpopuler. Mitos mengatakan bahwa air es akan menyebabkan darah haid tidak keluar semua dan tersisa di dinding rahim. Darah haid yang tersisa di dinding rahim bisa menjadi miom, kista, hingga kanker rahim. Ternyata ini juga mitos, karena menstruasi berhubungan erat dengan estrogen. Faktor hormonal dan psikologis adalah faktor yang berpengaruh pada darah yang keluar saat haid. Jadi sekali lagi, bukan air es! Jika Mama tidak ada keluhan sakit perut, kembung, mulas, atau apapun saat menstruasi, minum air es saat haid tidak dilarang, kok.

Baca juga: 5 Hal Berbahaya yang Dilarang Saat Menstruasi

(ECH/EMA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.