Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Anak | Jul 13, 2017

Anak Punya Kebiasaan Menggigit Kuku? Ini Penyebab dan Cara Menghentikannya

Bagikan


 

Menggigit kuku adalah salah satu kebiasaan buruk yang tanpa disadari sering dilakukan oleh beberapa orang, termasuk anak-anak. Padahal kebiasaan menggigit kuku ini apabila tidak segera dihentikan, bisa berpengaruh kepada kesehatan anak. Karena saat anak memasukkan jari ke dalam mulut, bisa jadi ada kuman dan kotoran yang ikut masuk ke dalam tubuh. Selain itu, kebiasaan menggigit kuku juga bisa berpengaruh kepada kesehatan gigi dan mulut. Kebiasaan menggigit kuku ini ternyata dipengaruhi oleh beberapa faktor psikologi lho, Ma. Coba simak lebih lanjut mengenai kebiasaan buruk ini.

Penyebab Anak Suka Menggigit Kuku

Ada beberapa alasan mengapa anak Mama memiliki kebiasaan menggigit kuku. Seperti Donald Duck yang menggigiti kuku saat sedang khawatir, sebab yang sama juga menjadi pemicu si kecil menjadikannya kebiasaan. Di samping sebagai pelarian rasa khawatir, menggigit kuku juga bisa jadi karena ia merasa penasaran, bosan, stres, atau malah menirunya dari orang terdekat. Ketika kebiasaan ini hanya untuk mengalihkan perhatian dari rasa khawatir atau bosan, Mama tak perlu terlalu risau. Akan tetapi, bila kebiasaan menggigit kuku ini sudah berlebihan, seperti anak menggigit kuku sampai kulit jari terkelupas atau berdarah, maka Mama wajib waspada. Bila dilanjutkan, kebiasaan menggigit kuku ini bisa jadi gejala beberapa gangguan kesehatan psikis anak, seperti OCD, ADHD, dan ODD.

Penelitian lain diungkapkan dalam Journal of Behaviour Theraphy and Experimental Psychiatry yang ditulis oleh Dr. Kieron O’ Connor. Di situ mengatakan bahwa perilaku berulang menggigit kuku menunjukkan bahwa seseorang tidak mampu untuk lebih relaks dan menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang normal. Menurut Kieron, orang yang punya kebiasaan menggigit kuku cenderung lebih mudah frustasi, tidak sabaran dan tidak puas saat ada tujuan mereka yang tidak tercapai.  

Baca juga: Ciri-ciri Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya

Bagaimana Cara Menghentikan Kebiasaan Menggigit Kuku? 

Mama bisa melakukan beberapa hal berikut untuk membantu buah hati terlepas dari kebiasaan menggigit kuku tersebut :

  1. Bicarakan dengan anak apa yang membuatnya khawatir, bosan, takut, atau tertekan. Setelah Mama mengetahui penyebab tekanan jiwanya itu, tentu akan lebih mudah untuk menghentikan kebiasaan menggigiti kuku.
  2. Jangan memberi hukuman karena kebanyakan anak melakukan kebiasaan ini tanpa sadar. Mama bisa membuat aturan-aturan untuk mengurangi intensitas kebiasaan tersebut, misalnya tidak boleh menggigiti kuku saat di meja makan.
  3. Jaga kukunya agar tetap pendek dengan teratur memotong kuku.
  4. Letakkan sesuatu pada ujung jarinya untuk mengurangi kebiasaan menggigit kuku, seperti garam atau plester.
  5. Terus ingatkan anak, bahwa kebiasaannya menggigit kuku itu dapat berpengaruh pada kesehatan, karena banyaknya kuman dan kotoran yang ikut masuk ke dalam mulut.
  6. Buat anak Mama sibuk dengan berbagai aktivitas di rumah, sehingga si kecil tidak cepat merasa bosan. Untuk anak yang menggigit kuku karena sering merasa cemas, Mama bisa memberikan mainan lain seperti squishy atau fidget spinner.

Baca juga: Slime, Squishy, dan Fidget Spinner Sedang Hits. Apa Manfaatnya?

Jika Mama menemukan si kecil suka menggigit kuku dan dirasa kebiasaannya ini mulai mengkhawatirkan, segera konsultasi ke dokter anak kesayangan Mama, ya. Apakah Mama memiliki pengalaman serupa?

<ARK>

 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.