DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Sekolah Anak | Apr 25, 2017

Anak Tidak Mau Sekolah Karena Takut Dengan Guru?

Bagikan


anak tidak mau sekolah 

 

Hari itu cukup cerah, matahari bersinar sangat terang. Mama bangun pagi dan siap beraktivitas di hari yang baru. Si kecil pun menurut saat dibangunkan, lalu mandi pagi dan menikmati sarapannya. Tetapi saat hendak berangkat ke sekolah, oops…tiba-tiba ia berkata, “Aku nggak mau sekolah Ma, Bu Guru nakal.” Pernahkah Mama mengalami anak tidak mau sekolah karena takut dengan guru?

 

Karakter anak saat memasuki dunia pendidikan memang sangat beragam. Ada yang bisa mengendalikan emosi mereka karena yang ada di dalam benak adalah teman-teman yang banyak, mainan yang bermacam-macam, serta kegiatan yang seru dan menyenangkan. Tapi ada juga karakter anak yang selalu ingin didengar dan dibantu, sama seperti saat berada di rumah. Saat suasana itu tidak dia dapatkan di sekolah dan guru lebih mengajarkan kemandirian pada mereka, keluarlah ungkapan bahwa “ ibu guru nakal”, dan sebagainya.

 

Saat anak tidak mau sekolah karena takut dengan guru, di sinnilah peran orangtua sangat diharapkan.  Mengingat faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan karakter anak adalah genetik, pengajaran dan lingkungan, di mana lingkungan yang paling kecil adalah keluarga.

 

Apabila anak tidak mau sekolah, Mama jangan langsung panik. Ada beberapa trik jitu yang bisa diterapkan untuk menghadapi karakter anak yang mudah merasa takut dengan guru di sekolahnya :

 

  1. Pahami perasaannya

 

Anak-anak sangat ingin dimengerti saat dia merasa takut di sekolah. Kata-kata “Tidak perlu takut sama ibu guru...” atau “Gurumu tidak menakutkan kok..” sepertinya menghibur, tetapi tidak sama sekali. Mama hanya sedang berusaha mengesampingkan perasaan si kecil yang ketakutan.

 

Menghadapi karakter anak semacam ini perlu berhati-hati dalam bertutur kata. Ungkapan “Sepertinya kamu terlihat murung di sekolah, ada apa?” lebih enak didengar oleh anak-anak karena dia merasa bahwa Mama memerhatikannya. Biarkan dia cerita panjang lebar setelahnya.

 

  1. Temukan penyebab ketakutannya

 

Ambillah waktu santai, duduk di taman dengan menikmati segelas susu hangat atau kue kesukaan si kecil. Dengan suasana tenang Mama bisa menanyakan apa yang dia takutkan dari guru di sekolah. Jika masalahnya adalah perbedaan tata cara di rumah dengan di sekolah, jelaskan bahwa hal ini dilakukan bukan karena guru tidak senang padanya tetapi supaya dia bisa mandiri dan menjadi anak hebat.

 

Jika si kecil pernah mendapatkan hukuman atas kesalahannya, ajarilah dia mencari cara supaya kesalahan tersebut tidak terulang. Buatlah anak paham bahwa hukuman diberikan supaya dia bisa belajar lebih pintar.

 

  1. Membicarakan kondisi anak pada guru yang bersangkutan

 

Salah satu pentingnya komunikasi antara guru dan orangtua adalah untuk mengatasi keluhan-keluhan yang dirasakan anak. Mengingat karakter anak itu berbeda-beda, tidak ada salahnya meminta bantuan guru untuk melakukan pendekatan dengan cara yang sedikit berbeda dari anak yang lain. Hal ini bukan untuk membuat anak menonjol dari yang lain, tetapi perlu adanya relasi antara guru dan murid supaya tidak ada lagi hal yang ditakutkan.

 

Dengan menerapkan beberapa tips di atas, Mama bisa mengubah gambaran seorang guru yang menakutkan menjadi sosok yang bersahabat. Mama bisa melihat perubahan karakter yang terjadi dalam diri si kecil baik dalam pergaulan di sekolah maupun kemampuan akademisnya.

  

<ARK>

Bagikan

Artikel Terkait