DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Anak | Mar 27, 2017

Apa Itu Hypnoparenting?

Bagikan


 

Akhir-akhir ini, ada salah satu metode parenting baru yang menimbulkan kontroversi. Dikenal sebagai hypnoparenting, metode ini menerapkan pola asuhan dengan cara menanamkan sugesti positif pada anak. Hypnoparenting pertama dikenalkan di acara Good Morning America oleh Chief Health dan Medical Director, Dr. Richard Besser.  Sekilas memang hypnoparenting terdengar cukup asing. Akan tetapi, para ahli percaya bahwa sejatinya pengasuhan orangtua pada anak itu sudah sejak lama menggunakan teknik yang serupa dengan hipnosis. Untuk mempelajari lebih lanjut apa itu hypnoparenting, langsung simak ulasan berikut ini, yuk.

 

Apa Itu Hypnoparenting?

Hypnoparenting adalah teknik menanamkan sugesti (arahan) yang positif pada anak. Biasanya ini dilakukan saat anak merasa relaks dan tenang. Namun, hipnosis di sini tak seperti teknik hipnosis yang ditayangkan dalam reality show di televisi. Tayangan hipnosis di televisi telah didramatisir sehingga tidak bisa menggambarkan hipnosis yang sebenarnya.

Hipnosis atau hipnoterapi di dunia nyata tidak bisa membuat seseorang melakukan hal-hal yang tidak dikehendakinya. Mama memang akan menghipnosis alam bawah sadar anak. Akan tetapi pada akhirnya anak sendiri lah yang akan mengambil pilihan apakah mau mengikuti sugesti Mama atau tidak. Selain itu, dalam teknik hypnoparenting Mama ditekankan untuk memberikan hanya sugesti yang sifatnya positif dan membangun.

 

 

Cara Menerapkan Hipnoterapi Anak

Tenang, Mama tidak perlu membawa anak ke dokter atau hipnoterapis. Hypnoparenting bisa dilakukan di rumah. Untuk melakukannya, pastikan Mama dan si kecil sedang sama-sama relaks, tenang, penuh kendali, dan nyaman. Biasanya waktu terbaik adalah ketika anak mau tidur. Mama juga bisa mengatur sesi khusus untuk melakukan hipnoterapi anak ini, misalnya sambil memijat anak.  Berikut langkah-langkah  hipnoterapi:

 

  1. Mintalah anak untuk memejamkan mata, menarik napas dalam, kemudian menghembuskannya pelan-pelan sampai hitungan ke 30. Ini akan membantu anak relaks.

 

  1. Mama bisa menepuk-nepuk pelan punggung si kecil atau mengelus-elus kepalanya. Sentuhan lembut membuat anak mengaitkan arahan Mama sebagai hal yang positif, penuh kasih, dan menenangkan.

 

  1. Setelah itu, dengan nada suara yang lembut tanamkan sugesti positif pada anak. Misalnya, “Anak Mama yang pintar, tidur yang nyenyak, ya. Besok pagi bangun dengan segar,” atau “Kamu sudah belajar dengan tekun, Nak. Pasti ulangan besok bisa kamu kerjakan dengan baik ,”. Sesuaikan sendiri arahan yang ingin Mama tanamkan dengan kebutuhan si kecil. Semakin sering metode ini dibiasakan, Mama dan si kecil akan semakin mudah menanamkan sugesti-sugesti tersebut dalam alam bawah sadar anak.

 

  1. Pilih kata-kata sugesti yang tepat dan efektif. Hindari kata-kata negative seperti, “Jangan nakal,” atau “Tidak boleh bertengkar lagi dengan Kakak”. Sebaiknya gunakan arahan yang bernada positif seperti, “Jadilah anak yang rendah hati,” atau, “Kakak sebenarnya sayang sekali padamu, Dik. Jadi Adik juga harus menunjukkan kasih sayang pada Kakak, ya,”.

 

 

Pro dan Kontra Hypnoparenting

Menurut orangtua yang pernah mencoba hypnoparenting pada anak, teknik ini bisa membantu anak jadi lebih kooperatif, tenang, dan positif. Meskipun metode ini dipercaya sebagai metode yang lebih efektif daripada membentak, memarahi, atau mengingatkan anak berulang kali, tak sedikit pula orang yang meragukannya.  Ada pula yang menganggap bahwa teknik hypnoparenting ini berlebihan. Seolah-olah orangtua ingin mengendalikan pikiran anak sepenuhnya.

 

Pada akhirnya pilihan jatuh pada tangan Mama sendiri. Apakah Mama tertarik untuk mencoba hypnoparenting? Atau menurut Mama teknik ini justru berlebihan?

 

<IA>

 

Bagikan

Artikel Terkait