DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Masalah Tidur Bayi | Aug 23, 2017

Apa Itu REM Pada Tidur Bayi?

Bagikan


Apakah Mama pernah mendengar REM pada tidur bayi? Sebenarnya apa yang dimaksud dengan rapid eye movement atau REM pada tidur bayi?

Tidur memang merupakan hal yang sangatlah penting bagi seorang bayi. Kualitas tidur bayi berpengaruh bukan hanya pada perkembangan fisik, namun juga terhadap perkembangan emosinya.

Kualitas dan juga kuantitas tidur seorang bayi sudah seharusnya terpenuhi dengan baik. Bayi yang mendapatkan kualitas tidur cukup tanpa sering terbangun akan terlihat lebih bugas sekaligus tidak mudah rewel saat keesokan harinya.

 

Fase Tidur REM Pada Bayi

Dalam proses tidur bayi, terdapat dua fase yang sama-sama sangat penting bagi seorang bayi. Fase pertama yakni fase yang disebut sebagai fase tidur REM atau rapid eye movement (fase tidur aktif). Adapun ciri-ciri dari tidur bayi pada fase REM sendiri diantaranya:

  • Nafas bayi tidak teratur
  • Tubuh bayi cenderung tegang
  • Bola mata bayi bergerak-gerak di bawah kelopak mata
  • Bayi mudah terbangun dari tidurnya

Fase tidur REM pada bayi ini berperan terhadap restorasi emosi serta kognitif bayi. Pada bayi yang baru berusia 1 bulan, fase REM berkisar pada 50 persen, namun fase ini akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia bayi hingga mencapai 20 persen saat anak berusia 3 tahun.

 

Baca Juga : Tips Agar Bayi Tidur Nyenyak Dalam 7 Hari 

Manfaat Fase Tidur REM Pada Bayi

Bisa dikatakan bahwa siklus REM pada tidur bayi yakni saat tangan, mata atau kaki bayi masih bergerak, tertawa atau tersenyum. Sementara detak jantungnya tampak belum teratur.

Pada fase REM ini otak bayi masih sangat aktif dan hal tersebut memicu produksi hormon kortisol. Hormon ini akan membantu bayi untuk mengingat sekaligus menyusun aktivitas motorik yang dilakukan oleh bayi seperti belajar tengkurap, mengisap ASI, merangkak, menggerakkan kaki hingga menguatkan daya ingat bayi.

Bahkan, menurut teori autostimulation, komponen tidur REM yang tinggi pada bayi menunjukkan bahwa stimulasi yang terjadi di otak bayi juga berlangsung lebih maksimal. Tentunya stimulasi ini sangat penting bagi  pertumbuhan sistem susunan saraf pusat bayi.

Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa proses menidurkan bayi merupakan bagian yang sangat penting dari tidur bayi. Sedangkan bayi yang mengalami kesulitan tidur akan mempengaruhi kualitas sekaligus kuantitas tidur bayi.

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait