DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Balita | Jun 14, 2017

Apakah Balita Anda Termasuk Anak Jenius? Yuk Intip Cara Mengetahuinya!

Bagikan


Siapa yang tidak ingin memiliki anak jenius? Setiap mama pasti menginginkannya. Satu hal yang perlu diketahui, anak jenius memiliki karakter berbeda dibanding anak biasa. Jadi, Mama harus tahu apakah anak Mama termasuk golongan berbakat atau biasa saja. Jika termasuk dalam golongan berbakat, Mama harus melatihnya sejak dini sehingga segala kemampuan yang tersembunyi dapat digali lebih dalam.

Bagaimana cara mengetahui anak jenius? Sebab, di mata orang tua, setiap anak memiliki bakat dan kecerdasan masing-masing. Namun, tidak perlu bingung, karena cara membedakan anak jenius atau tidak sangat mudah, yakni:

  1. Punya Bakat Khusus

Setiap anak jenius memiliki bakat yang tidak dimiliki anak-anak lain. Misal, anak mampu mengingat secara cepat deretan angka yang disebutkan, sedangkan pada anak normal di usia tersebut, hal itu sulit dilakukan.

Baca juga: Sekolah Terlalu Mudah Bagi Anak? Jangan-jangan Anak Mama Berbakat

  1. Kemampuan Berbahasa yang Baik

Anak jenius cenderung memiliki kemampuan berbahasa lebih maju dibanding anak seusianya. Misal, dia mampu berbicara dengan kalimat lengkap tanpa ada kesalahan sedikitpun. Luar biasa!

  1. Kemampuan Mengingat yang Tajam

Anak jenius cenderung memiliki daya ingat tajam. Lewat indra pendengarannya, dia mampu mendengarkan sesuatu hingga memahami apa yang dikatakan orang lain kepadanya.

  1. Imajinasi Kuat

Anak jenius cenderung memiliki daya imajinasi kuat. Misalnya, saat bermain dengan suatu barang, dia akan menciptakan barang tersebut sesuai apa yang ada di pikirannya.

  1. Aktif

Anak jenius cenderung sangat aktif dalam beraktivitas sehari-hari. Berbeda dengan anak hiperaktif yang cenderung memiliki daya konsentrasi rendah, anak jenius memiliki konsentrasi baik dalam mengerjakan suatu hal hingga selesai. Dia tidak akan diam tanpa mengerjakan sesuatu yang membuatnya menarik.

  1. Selalu Bertanya

Anak jenius cenderung selalu ingin tahu hal-hal yang baru ditemukannya. Dia tidak akan malu bertanya mengenai hal tersebut hingga mendapat jawaban yang memuaskannya.

Jika mama tetap tidak percaya dan penasaran dengan kemampuan yang dimiliki anak, Mama dapat melakukan tes IQ yang kepastiannya tidak perlu diragukan lagi. Jika nilai IQ anak di atas 130, maka ia dapat dikategorikan sebagai anak jenius. Namun, banyak faktor pendukung lain untuk mencapai predikat tersebut. Semua tergantung pola asuh dan pendidikan yang didapat si kecil. Oleh karena itu, peran Mama sebagai orang tua sangatlah penting untuk membimbingnya hingga akhir.

Baca juga: Tips dari Orang Tua Anak-anak Paling Berbakat di Dunia

(PIA)

Bagikan

Artikel Terkait