DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Anak | Aug 25, 2017

Bagaimana Menghadapi Anak Cengeng di Usia 10 Tahun?

Bagikan


Ketika anak cengeng atau mudah menangis pada usia bayi atau balita, tentu hal ini masih terbilang wajar. Tetapi jika si kecil masih saja cengeng ketika sudah masuk usia sekolah, terlebih jika sudah duduk di kelas 4 SD ke atas, sifat cengeng ini perlu menjadi perhatian lebih. Sudah besar, kok, masih cengeng? Bagaimana mengatasinya?

Untuk mengatasi anak cengeng, hal pertama yang harus dicari tahu adalah alasan mengapa si kecil dengan mudahnya menitikkan air matanya. Anak mudah menangis, bisa saja karena memang si kecil memiliki perasaan yang sensitive, hanya mencari perhatian orang lain, atau  karena pola pengasuhan yang kurang tepat pada saat bayi.

Dilansir dari HelloSehat, penyebab utama anak tumbuh menjadi anak cengeng dikarenakan perlakuan orang tua yang secara tak langsung terbiasa melindungi si kecil dan tidak membiarkan si kecil mengatasi masalahnya sendiri. Selain itu, kurangnya sosialisasi juga bisa menjadi alasan lain penyebab anak menjadi pribadi yang cengeng.

Karakter anak yang cengeng seperti ini jangan disepelekan, karena hal ini bisa menjadi hambatan ketika ia dewasa nanti, mulai dari saat memasuki dunia kampus, memulai bekerja hingga harus membina keluarganya sendiri.

Memang mengganggu bila anak usia 10 tahun ke atas masih cengeng. Tapi, Mama jangan khawatir, kebiasaan buruk ini masih bisa dihilangkan, kok. Berikut beberapa tips yang bisa menjadi panduan Mama dalam menghadapi anak cengeng :

Jangan Terpancing Emosi

Ini yang harus selalu diingat, jangan jadikan tangisan anak sebagai pemicu amarah. Ikut terpancing emosi malah bikin Mama semakin pusing, lho! Harus selalu ditanamkan dalam diri, kalau Mama adalahnya panutan bagi anak-anak, karena apapun yang Mama lakukan dan katakan, pasti akan ditiru si kecil. Jadi, mengontrol emosi sendiri bisa menjadi tahap awal yang memudahkan Mama dalam mengatasi anak cengeng.

Tingkatkan Sosialisasi

Hal lain yang membuat anak mudah menangis adalah karena Ia tidak percaya pada dirinya sendiri. Untuk masalah ini, Mama bisa mengatasinya dengan membiarkan anak bermain dengan teman sebaya di sekitar rumah. Bisa juga mendaftarkan les yang sesuai dengan minatnya.

Olahraga

Biasanya, anak yang mudah menangis memiliki jiwa yang peka dan mudah tersinggung. Coba arahkan si kecil untuk meluapkan emosi dengan aktivitas yang bisa menjadi pengalihan pikirannya, misalnya dengan menggambar atau menulis buku harian.

Selain itu, Mama juga bisa mengatasi masalah kepercayaan diri si kecil dengan kegiatan yang memicu adrenalin seperti berolahraga. Olahraga terbukti ampuh untuk melatih si kecil dalam menghadapi rasa takut sekaligus berlajar sportifitas.

Baca juga: Stop Bilang "Jangan Menangis" Kepada Anak

Sumber foto: Shutterstock

ICA

Bagikan

Artikel Terkait