Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Bayi | Jan 30, 2017

Balita Sering Jatuh, Tanda Sistem Koordinasinya Kurang Baik?

Bagikan


 

 

Pernahkan Mama melihat balita menjatuhkan barang yang dipegangnya atau ketika jalan tiba-tiba terjatuh? Mungkin hal ini terdengar biasa tapi jika hal ini terjadi berulang kali, maka ha ini bisa dikatakan hal yang tidak normal dan perlu dicari penyebabnya.

 

Jika Mama sering menemui anak anda jatuh baik saat berjalan atau berlari tanpa sebab yang jelas, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sehingga Mama dapat mengetahui kondisi balita yang sebenarnya.

Penyebab yang paling sering akibat kematangan saraf yang terganggu. Akibatnya susunan otak, saraf perifer, dan sensorik juga mengalami gangguan. Hal ini menyebabkan balita menjadi kesulitan berpikir, sulit untuk fokus, merencanakan sesuatu, hingga memproses informasi dalam bentuk gerakan. Inilah yang dinamakan ceroboh (clumsy).

 

Mama dapat mendeteksi hal ini sejak bayi, yang biasanya terlihat dari keterlambatan dalam perkembangannya seperti keterlambatan berguling, merangkak, hingga berjalan. Saat dia beranjak prasekolah, anak akan kesulitan mengayuh pedal sepeda roda tiga, berlari, naik tangga, atau lompat. Balita akan cenderung suka jatuh tanpa pencetus apapun. Tentu perkembangan ini sangat jauh berbeda dengan balita yang seusianya tumbuh secara normal.

 

Balita yang sering jatuh memiliki hubungan erat dengan tingkat keseimbangan. Pakar kesehatan mengungkapkan bahwa balita dianggap memiliki gangguan keseimbangan jika mudah jatuh saat berjalan atau berlari. Akibatnya balita malas untuk melakukan kegiatan fisik. Untuk mengatasinya, Mama dapat melatih si kecil agar mendapatkan keseimbangannya kembali. Semua harus dilakukan secara sabar dan bertahap.

 

Jadi, sikap ceroboh balita yang sering jatuh sangat berkaitan dengan sistem koordinasinya. Jika balita sering jatuh, bisa menandakan bahwa motorik halusnya kurang baik. Motorik halus sering berhubungan dengan kemampuan mengaktifkan gerakan tangan secara terkoordinasi.

 

Untuk mencegahnya Mama dapat melatih balita untuk melakukan banyak aktivitas seperti melukis, menggambar, makan sendiri, berpakaian, dengan tujuan fleksibilitas tangan dan jemari berkembang. Selain itu, ajaklah balita bermain permainan yang membutuhkan koordinasi tangan dan kaki seperti bermain puzzle.

   

Bagaimana Mama? Apakah sudah mendapatkan gambaran yang jelas jika balita sering jatuh dan hubungannya dengan sistem koordinasi? Jika Mama punya pendapat lain, yuk berbagi dengan pembaca yang lain.

 

(PIA)

 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.