DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Bayi | Jul 28, 2017

Bayi Baru Lahir Bisa Mengidap Hepatitis?

Bagikan


Hepatitis merupakan radang hati yang bisa menyerang anak-anak dan dewasa. Virus hepatitis A, B dan C merupakan penyebab paling umum, namun virus hepatitis D dan E juga ada. Hepatitis juga bisa disebabkan oleh parasit, bakteri, kelainan bawaan, maupun obat tertentu, meskipun sangat jarang terjadi.

Hepatitis bisa menyerang tanpa menunjukkan gejala apapun. Sebenarnya. semakin tua, risiko yang dimiliki kemungkinan semakin besar, namun gejalanya bisa terlihat. Sedangkan pada anak-anak dan bayi seringkali tak tampak gejalanya.

Jika mengidap gejala hepatitis, bisa sembuh total dan tidak menular lagi, maka hepatitis yang diderita merupakan kategori akut. Pasalnya, seseorang dengan hepatitis kronis, selain terus menular, kemungkinan juga memiliki berbagai komplikasi seperti gagal hati, kerusakan hati, dan kanker hati, tergantung pada jenis hepatitis dan kesehatan dari orang yang terinfeksi.

Tidak ada obat untuk hepatitis akut. Jika seorang anak mengidap hepatitis kronis, tergantung pada usia dan jenis hepatitis kronis yang dideritanya, dokter mungkin menyarankan tindakan pengobatan.

Bagaimana Cara Mengetahui Hepatitis A pada Bayi?

Pada kasus infeksi serius, gejalanya meliputi demam, kelelahan, kehilangan nafsu makan, urin berwarna gelap, ikterus (kulit dan bola mata menjadi kuning), dan rasa tidak nyaman pada perut.  Biasanya gejala berlangsung selama dua minggu hingga dua bulan, meskipun bisa bertahan lebih lama. Kebanyakan bayi yang sudah terinfeksi virus tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Jika Mama yakin si kecil terkena virus, segera konsultasikan dengan dokter.

Bagaimana Gejala Hepatitis B pada Bayi?

Sebagian besar bayi yang terinfeksi virus tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit, tetapi gejala hepatitis B juga termasuk kelelahan, demam, muntah, kehilangan nafsu makan dan ikterus. Jika Mama menderita hepatitis B ketika melahirkan, maka si kecil memang seharusnya menerima vaksin hepatitis B dan disuntikkan immune globulin yang mengandung antibodi terhadap virus. Jika demikian, si kecil perlu diuji ketika berusia sekitar 9 hingga 15 bulan untuk memastikan apakah vaksinasi yang diberikan benar-benar efektif.

Apakah Bayi Juga Bisa Terkena Hepatitis C?

Kebanyakan orang yang terinfeksi hepatitis C tidak memiliki gejala dan tidak menyadari bahwa mereka menderita penyakit ini sampai ditemukan adanya kerusakan hati setelah mengidapnya selama bertahun-tahun. Virus hepatitis C sendiri ditularkan melalui kontak langsung dengan darah dari penderita hepatitis C dan cairan tubuh lainnya.

Pada orang dewasa, kemungkinan besar terserang hepatitis C akibat penggunaan obat intravena. Selain itu, seseorang juga bisa terkena hepatitis C akibat kontak seksual dengan orang yang sudah terinfeksi hepatitis C, meskipun kemungkinan ini cukup jarang terjadi.

Sementara itu, bayi bisa terkena hepatitis C dari ibunya yang terinfeksi, kendati jarang terjadi. Pada bayi, hepatitis C cukup sulit didiagnosis dan tidak ada vaksin untuk jenis hepatitis ini.

Baca juga: Apa Saja 5 Imunisasi Wajib bagi Bayi?

Pencegahan hepatitis pada bayi baru lahir dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan sejak hamil hingga setelah melahirkan. Oleh karena itu, untuk memastikan kondisi kesehatan Mama terbebas dari hepatitis sekaligus menghindarkan si kecil dari ancaman hepatitis, segera konsultasikan dengan dokter kandungan yang menangani Mama. Jika ternyata ditemukan risiko hepatitis seperti hepatitis B, dapat dilakukan vaksinasi saat si kecil dilahirkan dengan tujuan memberikan imunitas.

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait