Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




ASI & MPASI | Dec 20, 2016

Bayi di Bawah 6 Bulan Makan Pisang, Bahaya!

Bagikan


Mungkin Mama pernah melihat bayi makan pisang atau nasi padahal usianya saat itu masih di bawah empat bulan. Apakah Mama juga berniat segera memberikan Makanan Pendamping Asi (MPASI) kepada si kecil? Jangan! Sebab, makanan padat direkomendasikan diberikan hanya ketika bayi sudah masuk usia enam bulan.

Oleh karena itu, lebih baik Mama tidak memberikan makanan padat serta minuman selain ASI ketika usia bayi masih belum mencapai enam bulan. Di usianya yang masih kurang dari setengah tahun, bayi akan sangat berisiko mengalami gangguan alergi saat mencerna berbagai asupan selain ASI, khususnya makanan seperti telur, susu sapi, ikan, kacang, keju dan makanan yang umumnya mengandung gluten semacam roti.

 

Bahaya bayi di bawah 6 bulan mengonsumsi makanan padat

Selain alergi makanan, bahaya bayi memberikan MPASI seperti pisang, nasi, dan makanan padat lainnya antara lain:

  • Perut kembung

Bayi memiliki jaringan enzim pencernaan dengan kondisi yang belum sepenuhya terbentuk. Oleh karena itu, pencernaan bayi belum mampu mencerna makanan selain ASI dengan baik. Akibatnya makanan di dalam perut bayi akan mengalami proses penghancuran cukup lambat dan menjadikan perut bayi terasa kembung sekaligus nyeri.

  • Sembelit

Bukan hanya menyebabkan perut kembung, memberikan makanan padat pada bayi saat usianya masih terlalu muda juga menyebabkan sembelit. Hal tersebut terjadi karena jaringan usus bayi belum mampu mendorong keluar protein immunoglobulin yang menyebabkan bayi mengalami sembelit. Belum adanya enzim amilase, lipase, dan beberapa enzim lainnya akan menjadikan bayi kesulitan buang air besar.

  • Diare

Bukan hanya sembelit, makanan padat yang dikonsumsi bayi juga dapat menyebabkan terjadinya diare. Pasalnya, semua makanan padat yang sudah masuk ke pencernaan bayi tersebut masih sangat rentan terkontaminasi berbagai kuman dan bakteri yang belum dapat ditangani pencernaan bayi.

 

Bagaimana Mengetahui Bayi Sudah Siap Mengonsumsi Makanan Padat?

Sebelum memberikan makanan padat kepada bayi, selain memastikan bahwa usia bayi berusia minimal enam bulan, Mama juga perlu memperhatikan beberapa ciri lainnya seperti:

  • Apakah si kecil sudah mampu duduk dan menegakkan kepalanya sendiri?

Bayi setidaknya harus mampu duduk di kursi dan mampu menyangga kepalanya sendiri dengan baik saat makan untuk mendapatkan MPASI.

  •  Apakah bayi merespon dengan membuka mulut saat Mama mendekatkan sendok ke arahnya?

Saat bayi mulai memperlihatkan ketertarikannya dengan cara membuka mulut untuk menerima suapan dari sendok yang Mama pegang, maka itu merupakan salah satu pertanda bahwa si kecil memang sudah siap menerima makanan padat atau MPASI.

  • Apakah si kecil mulai meraih makanan dan memakannya sendiri tanpa memuntahkannya?

Mengambil sendiri makanan yang ada di dekatnya lalu memakan makanan tersebut tanpa memuntahkan atau mengeluarkannya lagi dari dalam mulut merupakan tanda kesiapan lain si kecil untuk menerima Makanan Pendamping ASI (MPASI).

  • Apakah berat badannya sudah cukup menerima MPASI?

Bayi makan pisang, nasi, atau makanan padat lainnya tepat ketika berat badannya paling tidak mencapai berat badan ideal untuk bayi seusianya. Sebab, tubuh si kecil sudah cukup kuat dengan berat tersebut.

 

Apakah Anda pernah memberikan pisang, nasi, dan MPASI lain sebelum si kecil berusia 6 bulan? Bagaimana reaksi si kecil?

 

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.