Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Bayi | Aug 21, 2017

Bayi Mudah Kaget? Wajarkah?

Bagikan


Apakah Mama sering memperhatikan si kecil terlihat mudah kaget? Bayi mudah kaget sebenarnya merupakan hal yang wajar. Bahkan hal tersebut biasa terjadi pada bayi. Dimana rasa mudah kaget pada bayi tersebut dikenal sebagai reaksi refleks yang bersifat normal dan harus dimiliki setiap bayi.

Namun, Mama juga perlu mengetahui apabila si kecil sudah berusia 2 tahun dan masih sering menunjukkan ekspresi mudah kaget justru bisa menjadi masalah. Seperti yang disampaikan Dr. Dr. Rini Sekartini, SpAK, semakin besar usia anak, refleks yang menyebabkannya mudah kaget bisa saja semakin berkurang.

Banyak orang beranggapan bahwa tindakan mengagetkan bayi menggunakan suara secara tiba-tiba saat bayi berusia kurang dari dua minggu dianggap mampu mengatasi masalah bayi mudah kaget. Meskipun tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa cara tersebut sebenarnya justru akan menimbulkan dampak yang berbahaya bagi bayi.

Apa penyebab sebenarnya bayi mudah kaget dan adakah cara untuk mengatasinya?

 

Penyebab Bayi Mudah Kaget

Pada dasarnya penyebab bayi mudah kaget sangat bermacam-macam. Beberapa diantaranya merupakan kondisi normal, namun ada juga yang tidak normal. Untuk mengetahuinya secara pasti, Mama harus menelusuri kebiasaan dan perilaku si kecil.

Kondisi bayi yang mudah kaget secara normal merupakan keadaan refleks. Kaget merupakan refleks yang timbul sebagai bentuk adaptasi bayi baru lahir dengan lingkungan barunya.

Refleks pada bayi yang membuatnya mudah kaget disebut sebagai refleks moro, refleks bayi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Kemampuan refleks moro sudah ada beberapa saat sejak bayi lahir. Seiring pertumbuhan usia bayi, perlahan-lahan refleks moro tersebut akan menghilang.

Saat bayi menunjukkan ekspresi kaget juga menandakan otot-otot refleksnya bekerja dengan baik. Selain itu, hal tersebut juga menandakan bahwa daya pendengarannya dapat berfungsi dengan baik. Bahkan jika si kecil tidak menunjukkan refleks moro, atau lemah refleksnya, perlu dikhawatirkan.

Bayi akan kaget saat mendengar apa yang dianggapnya sebagai suara asing. Beberapa dari Mama mungkin menganggapnya hal biasa, namun ada juga yang merasa khawatir karena si kecil mudah kaget akibat refleks moro. Kondisi semacam itu sangat wajar dialami oleh bayi baru lahir hingga usianya mencapai sekitar 4 bulan.

 

Baca Juga : Selain Refleks Moro, Ini Beberapa Gerakan Bayi Di Luar Kontrolnya

Cara Mengatasi Bayi Mudah Kaget

Mama bisa melakukan beberapa hal mudah untuk mengatasi si kecil yang mudah kaget. Adapun beberapa cara yang bisa Mama lakukan agar si kecil tidak mudah kaget, yaitu:

  1. Saat Mama hendak memindahkan si kecil tidur ke dalam boksnya, dekatkan dahulu si kecil dengan tubuh Mama. Peluklah sesaat sebelum melepaskannya. Begitu si kecil merasakan kasurnya, biasanya si kecil akan merasa cukup nyaman.
  2. Menyusui si kecil sambil berbaring bersamanya membantu si kecil lebih tenang, selain bisa memberikan kesempatan kepada Mama untuk beristirahat.
  3. Bedonglah si kecil cukup rapat untuk memberinya rasa aman sekaligus nyaman.

Jika Mama merasa khawatir si kecil mungkin mengalami masalah karena mudah kaget atau justru kurang reaktif, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau ahli perkembangan anak.

Dokter akan melakukan pengenalan serta pemeriksaan dengan tujuan mengetahui gejala kelainan sejak dini sangat membantu dalam tumbuh kembang si kecil.

 

Selain itu, Mama perlu waspada jika rasa kaget pada si kecil disebabkan karena gangguan pada pernapasan atau gangguan pada jantung si kecil. Segera bawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

(RGW)

Foto : Shutterstock

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.