Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Bayi | Jul 13, 2017

Bayi Ngeces, Tanda Gangguan Kesehatan?

Bagikan


Ngeces pada bayi didefinisikan sebagai air liur yang mengalir keluar dari mulut tanpa disengaja. Salah satu penyebabnya adalah otot di sekitar mulut yang cenderung lemah atau air liur yang jumlahnya terlalu banyak.

Kelenjar ludah yang bertugas memproduksi air liur berjumlah enam kelenjar dan terletak pada bagian bawah mulut, di pipi dan dekat gigi depan. Kelenjar ludah memiliki kemampuan untuk menghasilkan 2-4 liter air liur setiap hari. Saat kelenjar tersebut menghasilkan air liur dengan jumlah yang terlalu banyak, maka ngeces sangat mungkin terjadi.

Ngeces normal terjadi pada dua tahun pertama kehidupan. Hal tersebut disebabkan karena bayi masih belum mampu sepenuhnya mengontrol otot-otot mulut dan menelan hingga berusia 18-24 bulan. Bayi juga kemungkinan ngeces saat mulai tumbuh gigi. Akan tetapi, kenyataannya ngeces juga bisa terjadi pada penderita gangguan neurologis seperti halnya cerebral palsy.

Penyebab dan Faktor Risiko Ngeces

Ngeces juga bisa menjadi gejala kondisi medis, keterlambatan perkembangan, atau akibat dari mengonsumsi obat tertentu. Berikut ini merupakan penyebab produksi air liur berlebihan, kesulitan menelan, maupun masalah kontrol otot mulut yang bisa menyebabkan ngeces:

  1. Usia

Ngeces dimulai setelah kelahiran dan memuncak saat usia si kecil antara 3 hingga 6 bulan. Lebih tepatnya saat si kecil menjadi lebih aktif. Ini merupakan kondisi normal, terutama saat si kecil mengalami proses tumbuh gigi, jadi Mama tidak perlu khawatir.

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Bayi Rewel Karena Tumbuh Gigi

  1. Diet

Diet tinggi asam sering menyebabkan produksi air liur berlebih.

  1. Kelainan Saraf

Kondisi medis tertentu bisa menyebabkan ngeces. Jika penyakit yang menyebabkan kontrol otot wajah sebagai penyebabnya, si kecil cenderung mengalami ngeces melebihi usia normal. Kelainan neurologis seperti cerebral palsy, penyakit Parkinson, sklerosis lateral amyotrophic atau stroke bisa menjadi penyebab melemahnya otot yang mempengaruhi kemampuan menutup mulut dan menelan ludah.

  1. Kondisi Lain

Biasanya ngeces disebabkan oleh kelebihan air liur di dalam mulut. Kondisi medis semacam acid reflux dan kehamilan bisa meningkatkan produksi air liur. Alergi, tumor, infeksi seperti radang tenggorokan, infeksi amandel dan sinusitis juga bisa mengganggu kemampuan menelan.

Pengobatan Ngeces

Ngeces tidak selalu membutuhkan pengobatan. Dokter biasanya tidak akan merekomendasikan perawatan apapun untuk anak yang masih berusia di bawah dua tahun atau mengeces saat tidur.

Pengobatan mungkin danjurkan ketika ngeces sudah tergolong parah. Ngeces bisa dianggap parah saat air liur yang menetes dari bibir mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan masalah sosial. Air liur yang terlalu berlebihan bisa masuk ke dalam paru-paru dan mengakibatkan pneumonia.

Pilihan pengobatan disesuaikan dengan setiap kasus, namun umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan dan menentukan rencana penanganan yang dinilai paling sesuai.

Pendekatan noninvasif mencakup pengobatan, terapi motor oral, dan terapi farmakologis. Bagi kasus yang cenderung lebih serius, dibutuhkan pertimbangkan pendekatan yang lebih invasif, termasuk pilihan pengobatan seperti operasi dan radioterapi.

Jadi, selama si kecil masih berada di usia normal ngeces dengan volume air liur yang keluar juga masih wajar, Mama tidak perlu panik. Mama juga tidak perlu mencari dan melakukan berbagai macam pengobatan kepada si kecil.

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.