DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Masalah Fertilitas | Jan 9, 2017

Benarkah Adopsi Anak Bisa Jadi Pancingan Agar Cepat Hamil?

Bagikan


 

   

Banyak orang mengatakan, “Kamu pasti akan hamil setelah adopsi bayi” kepada para pasangan yang sudah lama menantikan buah hati. Mereka menyarankan untuk beralih ke upaya adopsi anak sebagai pancingan. Sebenarnya, orang-orang tidak bermaksud jahat, namun itulah cara mereka bersikap peduli dan memupuk harapan baik pada Mama. Terlepas dari maksud baik mereka, banyak alasan yang berbeda di balik komentar mereka.

  

Apakah Sebenarnya Alasan Adopsi Anak?

Sementara semua orang mungkin memiliki motivasi yang berbeda-beda untuk pengangkatan anak, inti dari keinginan dan motivasi yang mendorong keluarga tersebut untuk adopsi anak tentu didasarkan pada dorongan yang lebih mendalam. Beberapa di antaranya adalah:

  • Menyukai anak-anak. Walaupun mungkin terdengar sedikit tidak realistis, ada banyak pasangan yang mengadopsi anak karena kecintaan mereka kepada anak-anak.
  • Alasan kemanusiaan karena rasa belas kasihan terhadap anak terlantar atau anak yatim piatu.
  • Pasangan yang tidak mempunyai anak dan ingin mempunyai anak untuk menjaga dan memeliharanya di hari tua kelak.
  • Pasangan dengan satu anak. Terkadang ada wanita yang mengalami trauma pasca kehamilan yang membuat dia enggan mempunyai anak lagi secara alami dan memilih adopsi anak sebagai solusinya.
  • Sibuk dengan pekerjaan. Di kebanyakan negara maju,generasi millenial enggan melewati proses persalinan karena tuntutan pekerjaan dan akhirnya mereka memilih adopsi bayi.
  • Percaya mitos bahwa dengan adanya anak di rumah, maka mereka akan bisa hamil anak sendiri.
  • Untuk mempertahankan ikatan perkawinan/kebahagiaan keluarga terutama yang belum memiliki keturunan, sehingga tidak timbul perceraian.

    

Benarkah Pendapat 'Adopsi Anak Untuk Pancingan'?

Mungkin Mama pernah mengenal seseorang yang hamil setelah adopsi bayi, atau setidaknya mendengar cerita orang tentang kisah keberhasilan mereka, dan Mama yakin kepastian berita tersebut. Tapi adakah kebenaran di balik mitos yang sudah turun-temurun itu?

Statistik menyatakan bahwa 8% ibu angkat akan hamil setelah adopsi bayi. Namun, statistik itu berasal dari sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 1970, jauh sebelum perkembangan medis modern dalam pengobatan infertilitas. Setiap penelitian perihal topik ini perlu mempertimbangkan fakta bahwa beberapa orang memilih adopsi bayi, meskipun mereka tidak mengalami masalah infertilitas dan semakin banyak orang tua angkat kembali menjalani pengobatan infertilitas setelah pengangkatan anak.

Meskipun tidak secara langsung menjawab pertanyaan apakah adopsi bayi akan meningkatkan kemungkinan pembuahan, pendapat ini akan membantu Mama mengetahui seberapa sering kehamilan spontan terjadi setelah menghentikan pengobatan kesuburan.

Penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2012 menemukan bahwa 17% wanita yang hamil dan melahirkan setelah program bayi tabung (IVF) akan hamil lagi tanpa pengobatan apa pun dalam waktu enam tahun. Bagi wanita yang tidak berhasil dengan IVF, 24% hamil dengan sendirinya setelah menghentikan pengobatan. Penelitian terbaru lainnya telah menemukan bahwa 16% wanita infertil telah hamil secara alami setelah menghentikan pengobatan.

Demikian pula mereka yang hamil setelah adopsi anak akan termasuk dalam persentase kehamilan spontan tersebut. Tergantung pada diagnosis infertilitas Mama, jika Mama berhubungan intim secara rutin pada waktu yang tepat niscaya akhirnya Mama akan hamil dengan sendirinya.

Tetapi para pakar menyatakan bahwa adopsi anak (proses non-medis) tidak meningkatkan kemampuan wanita untuk hamil setelah infertilitas (diagnosis medis) selama bertahun-tahun. Bahkan, ada penelitian yang juga membuktikan tidak adanya kaitan antara hal tersebut.

Menurut studi National Infertility Association menunjukkan bahwa tingkat peluang kehamilan setelah adopsi bayi sama dengan orang yang tidak mengadopsi. Mitos ini mungkin banyak beredar karena kita lebih sering mendengar kasus kehamilan spontan setelah pengangkatan anak, sehingga lebih mudah diingat.

Jadi Mama, berhentilah meyakini, “Kamu pasti akan hamil setelah adopsi anak.” Itu tidak benar. Mitos belaka. Dan pernyataan itu rasanya menyakitkan hati.

 

Bagaimana menurut Mama?

 

(ROS)

 

Bagikan

Artikel Terkait