DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Masalah Fertilitas | Jun 14, 2017

Benarkah Gluten Menjadi Salah Satu Penyebab Susah Hamil?

Bagikan


Rasanya hampir tidak mungkin melepaskan makanan gluten dari menu kita sehari-hari. Roti, kue, pasta, bakmi, dan sereal, itu hanya beberapa contoh di antaranya. Namun penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa makanan gluten merupakan salah satu penyebab susah hamil. Yuk, simak lebih jauh mengenai makanan gluten ini dan pengaruhnya terhadap kesuburan.

Apa yang Dimaksud dengan Makanan Gluten?

Dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK, yang berpraktek di Semanggi Specialist Clinic menyatakan bahwa gluten adalah sejenis protein yang terdapat pada gandum dan tepung. Gluten bersifat kenyal dan elastis, dan mengandung komponen protein yang disebut peptida. Bahan makanan yang banyak mengandung gluten adalah gandum, gandum hitam, dan jelai (barley).

Mengapa Gluten Disebut Sebagai Salah Satu Penyebab Susah Hamil?

Menurut Dr. Paul Bergh, salah satu pendiri Reproductive Medicine Associates of New Jersey, ada banyak data yang menunjukkan bahwa diet dan gluten berpotensi memengaruhi keberhasilan program hamil. Berikut adalah kaitan gluten dengan kesuburan:

1.      Infertilitas yang tidak dapat dijelaskan dan penyakit celiac yang tidak terdiagnosis

Penelitian dalam Journal of Clinical Gastroenterology menemukan bahwa wanita dengan infertilitas memiliki lebih dari tiga kali kemungkinan menderita penyakit celiac. Untuk pasien dengan berbagai kasus infertilitas yang tidak dapat dijelaskan, kemungkinan itu meningkat hingga enam kali lebih tinggi. Penyakit celiac adalah penyakit autoimun karena makanan gluten yang merusak usus kecil. Bila tidak diobati, penyakit celiac dapat menyebabkan kekurangan gizi dan membahayakan kesehatan seseorang.

2.      Sensitivitas gluten non-celiac

Para peneliti kini mencoba menemukan bagaimana sensitivitas gluten non-celiac atau intoleransi gluten dapat menjadi bagian dari gejala dan penyakit yang tidak dapat dijelaskan, termasuk infertilitas. Sensitivitas gluten non-celiac adalah istilah umum yang dimaksudkan untuk orang-orang yang bereaksi terhadap gluten tetapi bukan karena penyakit celiac atau alergi gandum.

3.      Peradangan kronis

Intoleransi gluten dan celiac menyebabkan peradangan tidak hanya di usus, tetapi akibatnya, di seluruh tubuh. Peradangan kronis juga terkait dengan beberapa kondisi yang dapat mengganggu kehamilan misalnya: endometriosis atau PCOS, yang juga dikaitkan dengan penyakit celiac. Peradangan juga terkait dengan masalah kehamilan, termasuk diabetes gestasional, tekanan darah tinggi, keguguran, dan persalinan prematur.

Baca juga: Ini Cara Mengatasi Gestational Diabetes Saat Hamil

4.      Kekurangan nutrisi

Bila Mama mengalami intoleransi gluten, peradangan berkembang di lapisan usus halus yang mengganggu penyerapan nutrisi. Akibatnya, bisa timbul iritasi yang menyebabkan tubuh kurang efektif menyerap nutrisi yang sangat dibutuhkan untuk kehamilan yang sehat.

5.      “Disbiosis” usus

Kesehatan vagina juga tergantung pada kesehatan usus. Di dalam vagina, bakteri baik menjaga lingkungan vagina pada tingkat pH dan gula yang tepat selama pembuahan, yang mendukung perjalanan sperma, dan memudahkan pembuahan. Bila jumlah bakteri baik tidak memadai, bakteri jahat akan menyerang yang dapat menjadi pemicu infertilitas. Akibatnya, ini dapat mencegah pembuahan, mengurangi efektivitas IVF, dan menyebabkan kelahiran prematur saat Mama hamil.

6.      Autoimun

Karena penyakit celiac juga merupakan kondisi autoimun, makanan gluten bisa mengubah kemampuan tubuh untuk menerima sel-sel asing termasuk sperma suami atau si kecil.

Haruskah Diet Bebas Gluten?

Seperti biasa, sebaiknya Mama berbicara dengan dokter terlebih dahulu. Jika Mama menderita penyakit celiac, dokter akan menyarankan diet bebas gluten untuk membantu mengatasi berbagai masalah yang timbul karena penyakit celiac. Ketika Mama membandingkan biaya dan potensi efek samping pengobatan kesuburan dengan biaya dan manfaat diet bebas gluten, mengapa tidak mencobanya? Jika Mama tidak menderita penyakit celiac dan berulang kali gagal dalam terapi kesuburan, tidak ada salahnya mencoba menjalani diet bebas gluten dengan cara yang sehat.

Apakah temuan ini mungkin juga relevan bagi Mama yang kini sedang menantikan buah hati?

 

<ROS>

Bagikan

Artikel Terkait