Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Bengkak Saat Hamil? Begini Langkah Mengatasinya

Bagikan


Masalah kaki bengkak wajar terjadi di trimester ketiga kehamilan. Mendadak sepatu Anda bisa menjadi kekecilan, punggung kaki membengkak bagai balon, dan betis Anda terasa berat dan besar. Sasarannya kadang tak cuma kaki, tapi juga tangan, leher, bahkan wajah. Sebagian besar tidak berbahaya, meski pada beberapa kasus ada juga yang mengindikasikan preeklamsia.

Kenapa Bengkak?

Bengkak terjadi karena selama hamil tubuh ibu memproduksi dan menahan banyak sekali cairan, kira-kira 30 persen lebih banyak dari biasanya. Cairan yang tertahan ini kemudian tersimpan di dalam jaringan-jaringan tubuh, dan nampak sebagai pembengkakan pada anggota tubuh. Selain penumpukan cairan, peningkatan volume darah juga jadi penyebab utama bengkak pada ibu hamil. Bagian tubuh yang paling sering mengalami pembengkakan adalah kaki, terutama bagian lutut ke bawah. Hal ini disebabkan arus darah balik dan aliran limfe dari kaki ke jantung terbendung oleh rahim yang membesar. Terganggunya sirkulasi pembuluh darah balik, serta peningkatan tekanan pada kedua kaki akibat semakin bertambahnya berat badan ibu hamil, menjadi penyebab mengapa kaki merupakan anggota tubuh pertama yang mengalami pembengkakan. Ditambah dengan sifat cairan yang selalu menuju tempat lebih rendah, sehingga cairan lebih banyak berkumpul di kaki.

Selain masalah hormon yang mengakibatkan perubahan metabolisme, kurangnya aktivitas pada ibu hamil juga bisa menjadi pencetus masalah kaki bengkak. Misalnya, terlalu lama duduk atau berdiri. Umumnya kaki bengkak yang normal tidak menimbulkan gejala apapun kecuali rasa tidak nyaman dan sedikit pegal-pegal. Bengkak biasanya paling sering terjadi di trimester terakhir kehamilan, walau ada juga ibu hamil yang mulai mengalaminya sejak usia kehamilan 5 bulan. Tapi, beberapa faktor juga bisa memicu bengkak, atau membuat bengkak semakin parah, misalnya cuaca panas, berdiri dalam jangka waktu lama, mengonsumsi terlalu banyak kafein atau garam.

Menghindari Bengkak

Normalnya, bengkak akan reda dan mengempis dengan sendirinya. Beberapa ibu hamil yang beruntung, bengkak akan hilang setelah satu atau beberapa hari saja. Tapi ada juga yang baru hilang setelah 3 bulan pasca persalinan. Hilangnya bengkak ini juga bergantung pada pertambahan berat badan Anda selama hamil, aktifitas fisik, dan diet pasca persalinan. Nah, jika Anda tak ingin dibayangi dengan ketakutan akan bengkak parah selama kehamilan, coba lakukan hal-hal berikut untuk mengatasi, mengurangi frekuensi, atau bahkan mengempiskan bengkak yang normal:

♦︎ Hindari menetap pada satu posisi saja, misal duduk saja, atau berbaring saja. Sering-seringlah berganti posisi antara berdiri atau duduk setidaknya setiap 30 menit sekali. Banyak bergerak akan membuat aliran darah menjadi lebih lancar.

♦︎ Saat duduk atau berbaring, posisi kaki sebaiknya lurus dan dibuat lebih tinggi untuk melancarkan sirkulasi darah. Bia juga dengan menambahkan bantal di bawah kedua kaki untuk membuat posisi kaki lebih tinggi dari kepala dan jantung.

♦︎ Jika terlanjur bengkak, kompres kaki dengan air dingin. Bisa juga dengan memberikan pijatan lembut dari arah lutut ke paha bagian dalam agar kaki terasa rileks.

♦︎ Lakukan olahraga ringan, seperti jalan kaki atau berenang, untuk membantu melancarkan sirkulasi darah dan oksigen.

♦︎ Berbaring menghadap ke sebelah kiri. Dalam posisi ini, tekanan pada vena cava akan berkurang. Letakkan bantal di bawah tungkai untuk menjaga posisinya lebih tinggi.

Kapan harus khawatir?

Pembengkakan yuang tak hanya terjadi di kaki, tapi juga merambah ke area tangan dan wajah, serta diikuti dengan nyeri tengkuk, ulu hati, pusing, bahkan kejang, harus diwaspadai. Semua tanda tersebut mengarah pada keadaan preeklampsia atau hipertensi kehamilan. Bengkak karena preeklamsia ini juga biasanya disertai dengan peningkatan tekanan darah, bahkan sampai terjadi kebocoran protein pada ginjal. Kondisi bengkak akibat preeklampsia yang tidak ditangani bisa mengarah pada kejang, yang disebut eklampsia.

Salah satu cara untuk mengetahui apakah pembengkakan kaki yang Anda alami normal atau diakibatkan oleh hipertensi, coba tekan dengan ujung jari pada bagian tubuh yang mengalami pembengkakan. Bila saat ditekan permukaan kulit bisa kembali seperti semula dengan cepat, maka pembengkakan yang terjadi tergolong normal. Namun, bila kulit tidak segera kembali seperti semula dan muncul cekungan, maka kemungkinan Anda menderita hipertensi.

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.