Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Berapa Biaya Program Bayi Tabung?

Bagikan


Bayi tabung, dalam kedokteran dikenal dengan istilah Intra-Cystoplasmic Semen Injection (ICSI). Secara umum, rekayasa medik ini disebut pula In-Vitro Fertilization (IVF). Arti harfiah dari in-vitro adalah 'dalam tabung (gelas)', sehingga teknik ini diterjemahkan sebagai hasil pembuahan bayi tabung. Jadi, bayi tabung adalah teknik reproduksi bantuan yang dihasilkan melalui proses pembuahan sel telur oleh sperma di dalam tabung laboratorium atau cawan petri dan dimasukkan kembali ke dalam rahim wanita.

Program bayi tabung adalah salah satu cara nontradisional untuk hamil bagi para pasangan yang diketahui mengalami infertilitas. Meski demikian, banyak pasangan menghindari program bayi tabung. Selain biaya bayi tabung bisa sangat mahal, proses bayi tabung yang panjang dan melelahkan sering kali menguras banyak energi dan emosi.

 

Siapa yang bisa mengikuti program IVF?

Program bayi tabung biasanya dianjurkan bagi pasangan yang tidak memiliki anak karena mengalami masalah kesuburan berikut:

  • Gangguan ovulasi yang menyebabkan berkurangnya produksi sel telur
  • Kualitas sperma berkurang
  • Endometriosis
  • Kegagalan program hamil secara alami maupun inseminasi buatan
  • Saluran tuba falopi rusak atau tersumbat
  • Berbagai masalah lain yang tidak diketahui secara jelas sehingga diputuskan IVF adalah satu-satunya cara untuk hamil
  • Mempunyai risiko penyakit keturunan
  • Pilihan pasangan secara sadar

 

Persyaratan menjalani program IVF

Adapun syarat yang harus dipenuhi dari program bayi tabung adalah:

  • Pasangan suami istri sah dengan umur pernikahan minimal 12 bulan atau lebih, dengan frekuensi berhubungan intim secara rutin namun belum memiliki keturunan
  • Usia yang paling ideal untuk istri adalah antara usia 30–35 tahun, namun tidak menutup kemungkinan bagi yang berusia maksimal 43 tahun meskipun peluang keberhasilannya cenderung menurun
  • Kondisi pasangan sehat baik fisik maupun kejiwaan sehingga peluang keberhasilan maksimal dapat tercapai
  • Mendapatkan bimbingan konseling program bayi tabung (IVF) dan menjalani proses pemeriksaan fertilitas

 

Proses bayi tabung

Proses bayi tabung umumnya memakan waktu sekitar empat sampai enam minggu, termasuk empat langkah berikut yang harus dijalani para pasangan untuk menyelesaikan satu siklus IVF:

  1. Stimulasi ovarium atau superovulasi

Setelah mengikuti rangkaian tes fertilitas, wanita yang menjalani program bayi tabung awalnya diberi obat kesuburan yang merangsang ovarium untuk memproduksi jumlah sel telur matang lebih banyak. Selama proses tersebut, sel telur dipantau dan diteliti untuk mendapatkan sel telur berkualitas yang siap dibuahi.

  1. Pengambilan sel telur (ovum pick-up)

Pada tahap ini, dilakukan penyedotan telur yang telah matang dari indung telur (ovarium). Prosedur ini dilakukan dalam pembiusan, karena penyedotan telur dilakukan menggunakan jarum mikroskopis melalui USG transvaginal.

  1. Pembuahan secara in-vitro

Pengambilan sperma dilakukan secara alami atau melalui bedah kecil (vasektomi). Sperma disuntikkan ke dalam sel telur yang sudah ditempatkan di dalam tabung laboratorium atau cawan petri yang mengandung media cairan nutrisi khusus dan telah diinkubasi semalaman. Dalam proses ini, sekaligus disuntik beberapa telur, masing-masing dengan satu sperma.

  1. Pemindahan embrio (embrio transfer)

Sebelum pemindahan embrio, dilakukan seleksi embrio yang paling bagus untuk ditanam kembali ke dalam rahim sang ibu pada hari ketiga hingga kelima sejak pengambilan telur. Sisa embrio lainnya, jika ada, dapat dibekukan dan digunakan untuk siklus IVF berikutnya.

 

Tergantung pada usia dan hasil diagnosis sang ibu, dokter akan menanamkan satu hingga lima embrio dalam rahim dengan memasukkan tabung tipis (kateter) melalui leher rahim. Prosedur ini akan menimbulkan kram ringan namun sama sekali tidak nyeri, sehingga tidak perlu pembiusan.

Jika berhasil, embrio yang ditanamkan pada dinding rahim akan terus berkembang menjadi bayi. Perlu diingat, karena lebih dari satu embrio yang ditanamkan, peluang untuk hamil akan lebih besar, demikian juga peluang memiliki bayi kembar. Jadi, IVF juga salah satu alternatif bagi mereka yang ingin menjalani program bayi kembar. Sekitar 20 persen bayi yang lahir melalui program bayi tabung melahirkan bayi kembar dua, tiga, atau bahkan lebih.

 

Tingkat keberhasilan

Perlu diingat bahwa proses bayi tabung ini tidak akan berhasil 100%. Tingkat kegagalannya cukup tinggi, sekitar 60-70%. Pada dasarnya, semakin meningkat usia wanita, maka akan semakin kecil peluang keberhasilan program bayi tabung.

Berikut adalah berapa kegagalan program IVF:

  • Risiko mengalami keguguran
  • Risiko hamil kembar, karena embrio yang ditanamkan lebih dari satu
  • Kelahiran prematur dengan bayi berbobot rendah
  • Kehamilan ektopik atau di luar rahim
  • Bayi lahir dengan cacat fisik
  • Stress akibat proses bayi tabung yang menguras tenaga, emosi, dan biaya

Sedangkan faktor-faktor yang memengaruhi kegagalan program bayi tabung di antaranya:

  • Usia wanita di atas 40 tahun
  • Gaya hidup tidak sehat seperti merokok, minum alkohol dan kafein, penggunaan narkoba, dan lain sebagainya
  • Obesitas yang berisiko mengakibatkan kelainan bawaan pada janin
  • Adanya kista, polip, atau mioma
  • Adanya infeksi rongga panggul
  • Kelainan kekentalan darah
  • Komplikasi akibat penyakit kronis
  • Kualitas embrio tidak bagus karena kelainan kromosom

Oleh karena itu, sebaiknya lakukan persiapan bayi tabung supaya berhasil, dengan mengubah gaya hidup dan melakukan tes kesuburan agar mencapai keberhasilan yang optimal.

  

Perkiraan biaya bayi tabung

Dengan meningkatnya jumlah pasangan yang menjalani program bayi tabung (IVF) dan disertai tingkat keberhasilan yang cukup besar, banyak rumah sakit di Indonesia mulai mengembangkan program tersebut. Sebelumnya, program bayi tabung hanya dapat dinikmati oleh kalangan atas dengan biaya sekurang-kurangnya Rp 70 juta. Namun kini beberapa klinik dan rumah sakit mulai bersaing menawarkan program bayi tabung dengan harga kurang dari Rp 50 juta, bahkan Rp 15 juta.

Sebagai informasi tambahan, Mama bisa mempelajari perkiraan biaya bayi tabung sebelum mulai menabung sebanyak-banyaknya untuk persiapan bayi tabung supaya berhasil.

 

Untuk Anda yang sedang merencanakan kehamilan setelah lama tidak dikaruniai keturunan, apakah Anda mempertimbangkan untuk melakukan program bayi tabung?

 

(ROS)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.