Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Anak | Mar 24, 2017

Bingung Menghadapi Anak Pemarah? Ini Solusinya!

Bagikan


 

 

Amarah adalah salah satu emosi terkuat yang mungkin dirasakan anak. Jadi, hati-hati kalau anak Mama sulit mengendalikan emosi dan sering marah sampai meledak-ledak. Jika tidak dihentikan, amarah yang meledak-ledak hanya akan merugikan diri anak sendiri di masa depan. Kalau Mama masih bingung menghadapi anak pemarah,  perhatikan langkah-langkah penting berikut ini, ya.

 

  • Jangan meladeni amarah anak

 

Tunjukkan pada anak bahwa ia tak akan mendapatkan apa yang ia inginkan lewat amukan atau amarah. Caranya adalah dengan tidak merespon amarah anak. Tahan diri Mama dan jangan balas marah. Mama juga sebaiknya tidak langsung menuruti keinginan anak hanya supaya ia berhenti mengamuk. Lama-kelamaan, anak pun akan belajar bahwa amarah bukanlah jawaban yang tepat untuk masalahnya.

 

  • Minta anak untuk menenangkan diri

 

Setelah amarahnya sedikit mereda, mintalah anak untuk menenangkan diri. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mama bisa dengarkan si kecil mengomel atau menangis sampai dia puas dan akhirnya akan menghentikan marahnya. Langkah ini penting supaya Mama bisa memberikan kesempatan bagi anak untuk berpikir dengan jernih dan tenang.  Sementara itu, kalau Mama langsung membentak atau memarahi anak yang sedang mengamuk, apapun omongan Mama tidak akan didengar dan dicerna anak dengan baik. Pasalnya, anak hanya akan bisa fokus pada emosi negatifnya saja.  

 

  • Cari tahu sumber amarahnya

 

Kalau anak sudah cukup tenang, bicaralah dengannya dari hati ke hati. Posisikan diri Mama sama tinggi dengannya, bisa dengan berjongkok atau duduk bersebalahan, supaya Mama bisa berbicara sambil menatap matanya secara sejajar. Gunakan nada bicara yang lembut tapi tegas. Beri tahu anak bahwa perbuatannya tidak bisa diterima. Setelah itu, tanyakan baik-baik pada anak apa yang membuatnya marah besar sampai meledak-ledak. Apapun jawaban anak, tak perlu memojokkan atau menghakiminya secara berlebihan.

Jelaskan juga pada anak bahwa amarah adalah perasaan yang wajar. Akan tetapi, ia harus belajar mengendalikannya supaya tidak menyakiti orang lain dan dirinya sendiri.  

 

  • Teknik relaksasi saat emosi melanda

Ajari anak berbagai teknik relaksasi ketika dirinya sedang tertekan, stres, dan marah. Salah satu teknik yang paling mudah adalah mengatur napas. Tarik napas dalam selama kira-kira detik dan hembuskan lewat mulut pelan-pelan. Ulangi terus sampai anak merasa lebih baik.

Teknik lain yang bisa dicoba adalah mencari alternatif kesibukan lain yang bisa mengalihkan perhatian anak dari amarahnya.

 

 

Menghadapi anak yang mudah marah memang tidak mudah. Namun, mengubah kebiasaan tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil. Kunci utamanya adalah kesabaran dan kasih sayang. Sudahkah Mama menunjukkan kesabaran dan kasih sayang untuk si kecil hari ini?  

 

 

<IA>

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.