DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




ASI & MPASI | Apr 25, 2017

Bisakah Memberi ASI Eksklusif Meskipun Ibu Menyusui Menderita Mastitis?

Bagikan


 

 

Salah satu infeksi yang sering dialami oleh ibu menyusui adalah mastitis atau peradangan pada payudara. Mastitis sering menghambat proses pemberian ASI eksklusif oleh ibu menyusui dan menyebabkan menurunnya kualitas ASI eksklusif yang mengakibatkan si kecil menolak untuk mengonsumsinya. Meski demikian, bagi ibu menyusui yang menderita mastitis, dianjurkan untuk tetap mencukupi kebutuhan ASI eksklusif si kecil setiap harinya.

 

Menurut artikel Mastitis While Breast-Feeding - Topic Overview, mastitis adalah peradangan payudara yang disebabkan oleh infeksi yang mungkin terjadi pada setiap ibu menyusui, terutama yang masuk dalam tahap enam bulan menyusui. Meskipun merupakan jenis gangguan yang umum terjadi, banyak ibu berhenti menyusui karena rasa sakit dan nyeri yang ditimbulkan oleh gangguan kesehatan ini. Padahal, menurut para ahli aktivitas menyusui justru dapat membantu Mama sembuh dari infeksi tersebut dan tidak memberikan pengaruh negatif pada bayi.

 

Pemicu Mastitis Pada Ibu Menyusui

 

Sama halnya dengan masalah infeksi lainnya, mastitis dipicu oleh penyebab tertentu. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, berikut ini adalah beberapa faktor penyebab terjadinya mastitis pada ibu menyusui:

 

 

  1. Tekanan pada bagian payudara yang disebabkan pakaian yang terlalu ketat, tali bra yang terlalu kuat, atau posisi tidur yang salah.

 

  1. Kuantitas ASI yang menumpuk di dalam payudara karena tidak dipompa atau diisap secara rutin.

 

  1. Kondisi anemia yang membuat tubuh lebih mudah terserang infeksi.

 

  1. Pernah menderita mastitis sebelumnya.

 

  1. Puting lecet yang mengakibatkan ibu menyusui tidak melakukan pengosongan payudara secara sempurna.

 

  1. Frekuensi menyusui yang jarang atau waktu menyusui yang pendek. Biasanya mulai terjadi pada malam hari saat ibu tidak memberikan bayinya minum sepanjang malam atau pada ibu yang menyusui dengan tergesa-gesa.

 

Tetap Menyusui Meskipun Terkena Mastitis


Kondisi payudara yang terkena mastitis seharusnya memang tidak menjadi penghalang bagi ibu menyusui untuk tetap mencukupi kebutuhan nutrisi si kecil melalui pemberian ASI eksklusif setiap harinya. Untuk membantu memenuhi kebutuhan ASI eksklusif meski saat terkena mastitis, berikut beberapa langkah yang direkomendasikan para dokter dan ahli kesehatan yang tergabung dalam Medical Advisory Board : 

 

  1. Posisi Menyusui Yang Tepat

Cobalah posisi menyusui yang dapat mengalirkan air susu secara optimal. Hal ini juga dapat membantu buah hati mendapatkan ASI yang lebih banyak dalam posisi nyaman. Menggunakan bantal menyusui juga bisa membuat proses menyusui ini menjadi lebih nyaman, baik bagi ibu juga si kecil. 

 

  1. Frekuensi Menyusui

Penuhilah kebutuhan ASI ekslusif si kecil dengan menyusuinya lebih sering. Hal ini juga bertujuan agar tidak terjadi penumpukan air susu pada payudara yang menjadi salah satu penyebab mastitis. 

 

  1. Kompres Payudara

Kompreslah payudara dengan kain dingin untuk mengurangi rasa panas yang terjadi di permukaan kulit payudara akibat infeksi ini.

 

  1. Pijatan Pada Payudara

Saat menyusui, lakukanlah pijatan secara lembut untuk melancarkan ASI yang diisap oleh buah hati. Jangan memijat dengan terlalu kuat karena akan membuat saluran di puting semakin mengalami keretakan. 

 

  1. Pilih Bra dan Pakaian Yang Tepat

Setelah melahirkan, permukaan puting dan kulit payudara  lebih sensitif dari biasanya. Oleh karena itu, Mama harus memilih pakaian menyusui yang tidak terlalu ketat dan juga bra menyusui dengan desain khusus.

 

Dengan cara menyusui yang tepat, mastitis bukan halangan bagi Mama untuk tetap mencukupi kebutuhan ASI eksklusif buah hati setiap harinya. Tetaplah rutin menyusui sambil melakukan pengobatan secara tepat agar masalah infeksi yang satu ini dapat diatasi dengan cepat dan membuat Mama nyaman kembali.

 

<ARK>

 

Bagikan

Artikel Terkait