DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Balita | Aug 12, 2016

Bubur atau Tim?

Bagikan


Beberapa belas tahun lalu, sewaktu masih mengajar di TK Internasional, saya pernah punya seorang murid yang di usianya yang keempat tahun, masih makan bubur saring. Sedikit saja mencoba makan makanan yang lebih padat --- misalnya kue ulangtahun saat ada temannya yang merayakan di sekolah --- gadis kecil itu akan tersedak.

Selidik punya selidik, pengasuhnya memang dilarang ibunya memberikan makanan padat, dengan alasan takut tersedak. Sebagai guru saya memang tidak punya hak untuk mengajari sang pengasuh. Tapi paling tidak hal itu menjadi pelajaran bagi saya yang ketika itu juga sedang punya anak bayi.

Well, tinggal di negeri seperti Indonesia yang masih diwarnai dengan banyak mitos atau katanya…katanya…ibu memang harus banyak-banyak membaca dan berkonsultasi dengan tenaga medis. Beberapa bulan lalu mungkin pernah dengar kisah bayi yang meninggal karena diberi makanan pisang.

Secara umum, bayi berusia 6 bulan memang sudah bisa mulai diperkenalkan dengan makanan padat. Memang tak semua bayi sama. American Academy of Pediatrics merekomendasikan ibu untuk menyusui bayi dengan ASI hingga 6 bulan. Namun yang pasti sampai usia 6 bulan itu tiba, segala kebutuhan nutrisi bayi bisa dicukupi dengan ASI atau SUFOR (bila ibu tidak bisa memberikan ASI). Logikanya sederhana saja, sebelum 6 bulan sistem pencernaan bayi belum siap untuk mencerna makanan padat.Sudah Siap Atau Belum?

Kapankah Anda bisa tahu apakah bayi sudah siap diperkenalkan pada makanan padat? Ah…sebenarnya bayi-bayi yang pintar itu sudah memberikan signal yang jelas untuk ‘move on’ dari ASI/SUFOR yang bernutrisi ke makanan padat lainnya. Nah my fellow moms… Silahkan cermati tanda-tanda di bawah ini:

● Kepalanya sudah tegak. Bayi yang sudah mampu menegakkan kepala dengan stabil, berarti ia sudah siap berkenalan dengan makanan padat.

● Tak cenderung melepeh makanan. Bayi yang sudah siap makan makanan padat sudah mampu ‘menyimpan’ makanan di dalam mulut dan tak akan ‘bermain-main’ dengan lidahnya untuk mendorong makanan ke luar.

● Bisa duduk dengan baik dengan dibantu. Walaupun belum bisa duduk di highchair, bayi Anda harus sudah mampu duduk tegak agar bisa menelan dengan baik.

● Perhatikan apakah bayi sudah mampu menggerakan makanan ke belakang mulut dan menelannya. Saat sudah semakin pintar, Anda akan melihat makanan yang keluar dari mulut akan semakin sedikit.

● Terlihat sering lapar, juga bisa menjadi penanda ia siap makan makanan padat, walaupun telah disusui 8-10 kali sehari.

● Bayi mulai menunjukkan perhatian terhadap makanan yang Anda atau orang lain makan.

Memulai karier sejak tahun 1995 di sebuah grup media ternama di Jakarta, Pangesti 'Chichi' Bernardus konsisten berada di jalur editorial sampai saat ini. Kini dia dipercaya untuk memimpin sebuah majalah bergenre kesehatan, Women's Health dan Men's Health Indonesia. Selain berkecimpung di media, Chichi yang biasa dipanggil Mima oleh keempat anaknya, Bongbong, Kitkit, Lala, dan Meimei juga seorang yogi dan entrepreneur di bidang craft. Chichi adalah pemilik usaha kerajinan Monster bag bernama OMB (Ojo Medheni Bocah) dan Siotjia Djawa --- Chinoiserie by Chichi Bernardus. Oh ya, satu lagi, wanita yang memiliki kediaman di Lenteng Agung ini juga seseorang yang concern dengan aromaterapi. Get updates from Mima Chichi here.

Bagikan

Artikel Terkait