Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Anak | Apr 7, 2017

Cara Lain Katakan "Tidak" Pada Anak

Bagikan


     

Ketika si kecil mulai berulah atau merengek tanpa henti, rasanya memang sudah tak tahan untuk bilang, “Tidak!” atau “Jangan!”. Akan tetapi, para ahli perkembangan dan psikologi anak mengingatkan bahwa terlalu sering melarang anak dengan kata-kata seperti “Tidak” dan “Jangan” bisa berdampak negatif. Anak bisa kebal dengan larangan negatif tersebut.

Lalu, adakah cara lain bilang “Tidak” pada anak? Intip berbagai strategi berikut ini, ya.

   

1. Langsung berikan arahan yang jelas

Bila Mama terlalu sering mengatakan “Tidak” pada anak, si kecil bisa jadi meremehkan kekuatan kata tersebut. Anak juga akan lebih fokus pada kata-kata larangan Mama daripada apa yang seharusnya ia lakukan. Oleh karena itu, langsung saja berikan arahan yang jelas.

Misalnya kalau anak merengek supaya diizinkan main video game lebih lama. Daripada berkata, “Tidak boleh,” sebaiknya katakan, “Matikan game-nya sekarang. Kamu kan sudah janji tadi hanya akan main sampai jam lima.”

Dengan langsung memberikan arahan yaitu mematikan game, anak jadi lebih menyadari apa yang menjadi tanggung jawabnya.

    

2. Menjelaskan apa yang salah

Hindari melontarkan mantra “Pokoknya tidak boleh!” pada si kecil. Tanpa memahami alasan ia dilarang melakukan sesuatu, anak akan terus menuntut pada orangtua. Selain itu, anak juga mungkin malah nekat menguji seberapa jauh larangan tersebut mempan baginya. Jadi untuk mengarahkan perilaku anak, selalu jelaskan apa alasan Mama melarangnya.

Jika si kecil mengganggu kakaknya yang sedang belajar, cobalah untuk mengatakan, “Kalau Kakak sedang belajar, kamu harus tenang. Kakak nggak akan bisa belajar kalau kamu ribut terus. Lalu nanti kalau nilai Kakak jadi jelek, Mama dan Kakak bakal sedih sekali.” Atau saat anak mencoba-coba bermain api, ingatkan anak, “Api itu berbahaya, bukan untuk main-main.”

   

3. Tunjukkan atau beri tahu yang benar

Daripada terus-terusan mengatakan, “Jangan” lebih baik beri tahu anak mana yang benar. Misalnya dengan berkata, “Kamar itu untuk istirahat, bukan untuk diacak-acak dan dibuat berantakan. Lihat, kasurmu jadi nggak bisa buat tidur, kan, kalau berantakan begitu?”.

Selain memberi tahu dengan kata-kata, Mama juga bisa mencontohkan langsung mana yang benar. Kalau anak tak mau makan dan justru main-main dengan makanannya, Mama cukup bilang, “Lihat nih, Mama juga makan,” sambil menyendokkan makanan dan menyuap ke mulut. Biarkan anak belajar sendiri dari tindakan Mama.

   

4. Memberi peringatan  

Tak perlu harus bolak-balik mengatakan “Tidak” kalau anak sudah punya sinyal peringatan dari Mama. Mama bisa memakai kata-kata seperti, “Hayo!” atau “Eits!” untuk memberi peringatan sebelum anak berbuat yang tidak-tidak. Ucapkan kata-kata peringatan tersebut dengan tegas supaya anak tahu maksud Mama.  

   

Bagaimana, cara tersebut kira-kira bakal Mama coba atau tidak? Atau Mama punya kiat jitu lainnya? Jangan lupa bagikan kiatnya di bagian komentar, ya!

 

(IA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.