DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Anak | Dec 27, 2016

Cara Mendidik Anak Laki-laki Agar Jadi Feminis

Bagikan


 

Banyak yang bilang punya anak perempuan itu lebih sulit. Padahal, mendidik anak laki-laki juga tidak mudah. Pasalnya, tak hanya anak perempuan saja yang harus dididik dan dibekali dengan nilai-nilai yang mendukung terwujudnya kesetaraan gender. Sudah saatnya laki-laki juga terlibat aktif dalam perjuangan menuju kesetaraan. Caranya dengan mendidik anak laki-laki soal feminisme sejak dini. Dengan menanamkan nilai-nilai feminisme dan kesetaraan gender pada anak laki-laki, ia akan tumbuh jadi laki-laki sejati yang bisa menghargai semua orang terlepas dari jenis kelaminnya. Silakan contek lima langkahnya berikut ini:

1. Awasi tontonan dan bacaan anak

Kepribadian anak sangat dipengaruhi tontonan dan bacaan yang dikonsumsi anak. Maka, pastikan bahwa dari kecil, anak sudah diperkenalkan pada tontonan dan bacaan yang sarat dengan tokoh perempuan yang hebat dan menginspirasi. Hindari juga film, buku, atau video game yang mengandung unsur kekerasan.  

2. Dukung anak untuk mengolah emosinya dengan baik

Feminisme berarti setiap orang berhak untuk menjadi dirinya sendiri dan mengungkapkan perasaannya secara jujur. Begitu juga dengan anak laki-laki. Daripada mengajarkan bahwa laki-laki sejati tak seharusnya menangis, jika dipukul seseorang harus melawan agar tidak diejek 'banci', dan hal-hal serupa, ajarkan anak untuk mengolah emosinya dengan baik.

Seperti halnya anak perempuan, anak laki-laki juga sebenarnya memiliki hati yang lembut dan penuh kasih. Jika si kecil sedang marah atau sedih, tanyakan apa yang ia rasakan dan dengarkan ceritanya dengan penuh perhatian. Anakpun belajar bahwa amarah atau sifat agresif bukanlah cara terbaik bagi laki-laki untuk mengungkapkan perasaannya.  

3. Hindari stereotip yang terlalu kaku

Untuk menanamkan pada anak bahwa siapapun bebas menjadi dirinya sendiri, hindari stereotip soal gender yang kaku. Misalnya. anak laki-laki harus main mobil-mobilan sementara anak perempuan main boneka. Beri kebebasan anak untuk memilih sendiri mainan, baju, warna, atau cita-cita yang disukainya. Selain itu, tak perlu terlalu membeda-bedakan anak laki-laki dengan kakak atau adik perempuannya, misalnya soal pembagian tugas rumah tangga. Ajari anak laki-laki untuk memasak dan ajari kakak perempuannya untuk membetulkan keran yang bocor.

4. Menumbuhkan empati pada anak

Kepekaan dan rasa menghargai terhadap perempuan perlu dilatih sejak kecil. Caranya adalah mengajak anak untuk lebih peduli pada orang-orang di sekitarnya, seperti teman sekolah, kakak, atau adiknya. Apalagi jika orang tersebut adalah seorang perempuan. Ajak anak untuk ikut membantu jika ada yang sedang kesusahan. Kata siapa anak laki-laki itu tidak peka dan tak bisa memahami perasaan orang lain?

5. Menjadi teladan bagi anak

Cara terbaik untuk mendidik anak laki-laki sejati adalah menjadi teladan yang baik untuknya. Jika ia melihat kedua orangtuanya tidak pernah merendahkan sosok perempuan, tidak pernah menggunakan kekerasan, dan selalu memberikan kesempatan yang sama bagi dirinya dan adik perempuannya, anak akan menirunya, baik secara sadar maupun tidak.

 

Menurut Mama, apakah perlu mendidik anak laki-laki dan perempuan secara berbeda? Tulis pendapat Anda di kolom komentar!

 

(IA)

Bagikan

Artikel Terkait