DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perkembangan Anak | Mar 1, 2017

Cara Menghadapi Anak Yang Suka Mengadu

Bagikan


 

Pada usia tertentu, buah hati akan mengalami fase ketika ia mulai bersosialisasi dengan orang-orang di sekitanya. Dalam proses perkembangan anak ini, buah hati tidak akan luput dari pertengkaran kecil dan saling mengadukan ke Mama atau ibu guru di sekolah. Mengadu adalah sikap melaporkan perbuatan orang lain yang dianggap salah, dengan tujuan supaya orang tersebut mendapatkan hukuman. Sebagai contoh, saat buah hati bermain dengan teman-temannya, tiba-tiba ia menghampiri Anda sambil berkata, “Ma…dia main mobil-mobilanku.”

 

Sebenarnya mengadu adalah bentuk keinginan anak untuk mendapatkan pembelaan atas apa yang dilakukan. Kurangnya perhatian dari orangtua juga bisa mendasari seorang anak melakukan hal tersebut demi mendapatkan dukungan. Anak juga seringkali ingin menunjukkan kepada yang lain bahwa dia bisa membedakan mana yang benar dan yang salah, sehingga saat mendapati temannya “dianggap” bersalah, dia akan bergegas mengadu. Dengan begini, si kecil beranggapan orangtua dan orang dewasa di sekitarnya tahu bahwa dia adalah anak yang pintar dan tegas.

 

Jangan biarkan kebiasaan tersebut menghambat perkembangan anak Mama. Ajarkanlah si kecil untuk mengubah kebiasaan tersebut dengan mengarahkannya kepada sikap yang lebih baik. Ikuti beberapa cara berikut ini :

  1. Memeriksa Situasi yang Sedang Terjadi

Saat si kecil berlari menghampiri Mama dan mengadukan salah satu temannya, jangan langsung terbawa emosi, lebih baik selidiki dulu duduk permasalahannya. Jika pengaduan tersebut merupakan pertanda bahwa si kecil membutuhkan perlindungan dan pembelaan, berikan pemahaman padanya bahwa tidak semua masalah merupakan sesuatu yang membahayakan.

Tetapi jika si kecil mengadukan seseorang yang hendak melukai temannya, pujilah dia atas sikap baiknya tersebut karena ini menunjukkan bahwa dia memiliki jiwa penolong dengan cara mencarikan perlindungan untuk orang lain. Ini juga salah satu bukti bahwa perkembangan anak mengarah pada hal positif kan, Ma?

 

  1. Menunjukkan Konsekuensi Atas Kebiasaan Mengadu

Selalu ada tindakan yang mengikuti pengaduan seorang anak, bukan? Bisa jadi orang lain menjadi jengkel dan ikut menyalahkan anak lain. Berikan pengertian dengan cara yang lembut mengenai hal tersebut, dan ajaklah si kecil memosisikan diri sebagai teman yang selalu diadukan kepada orang tuanya. Tanyakan juga bagaimana perasaan buah hati jika anak lain mengadukannya. Dengan demikian, orangtua telah membantu anak mengurangi kebiasaan yang tidak baik untuk perkembangan anak tersebut.

 

  1. Mengajak Anak Untuk Tenang dan Menceritakan Situasi yang Terjadi

Saat anak tiba-tiba berteriak mengadukan seseorang, meskipun suaranya terdengar jelas dan Anda menangkap apa yang dia katakan, jangan langsung menanggapi dengan memberikan penilaian. Ajak si kecil untuk menceritakan permasalahannya dengan tenang dan dia bisa mulai mengurangi kebiasaan mengadu.

 

Teknik-teknik di atas sangat baik untuk mendukung perkembangan anak ke arah yang lebih baik. Selain memerlukan keterampilan dalam memilih kata-kata yang lembut dan baik, orangtua juga memerlukan kesabaran untuk senantiasa membantu si kecil menghentikan kebiasaan buruk tersebut.

 

Bagikan

Artikel Terkait