DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Gaya Hidup | Nov 18, 2016

Cegah Mobil Mogok Akibat Banjir dengan Tips Ini

Bagikan


Saat banjir memang sebaiknya kita berdiam diri di rumah atau tempat aman. Namun ada kalanya kita memiliki keperluan mendesak. Jika Anda terpaksa ke luar rumah, lakukan hal-hal berikut untuk mencegah mobil mogok akibat kebanjiran:

Sebelum berkendara

- Perkirakan ketinggian air yang akan dilewati. Pastikan tidak melebihi tinggi roda kendaraan (sedan: 70 cm, nonsedan: 85 cm).

- Pada dasarnya mobil bermesin diesel lebih aman menerjang banjir daripada mobil bermesin bensin. Sebab, mesin diesel lebih bersifat waterproof.

- Matikan AC agar genangan air tak terisap kipas AC dan naik ke ruang mesin.

  

Saat berkendara

- Jangan berada terlalu di kiri atau kanan jalan agar terhindar dari lubang atau selokan yang tertutup banjir. Hindari jalan yang tertutup tanah atau lumpur sisa banjir karena licin. Selain itu, jangan melewati daerah banjir dengan aliran deras untuk mencegah kendaraan terbawa arus.

- Pastikan RPM tidak terlalu rendah dengan mengatur injakan pedal gas.

- Untuk pengguna mobil manual, hindari menginjak kopling saat berada di tengah genangan air. Sebab, air bisa masuk ke transmisi dan berpotensi merusak transmisi karena oli bercampur dengan air.

- Kemudikan kendaraan secara perlahan dan stabil dengan gigi rendah. Disarankan mobil dengan transmisi otomatis di posisi L, sedangkan transmisi manual di gigi 1.

- Memacu kendaraan terlalu cepat dapat menimbulkan gelombang air besar, sehingga air masuk ke dalam corong saringan udara. Komponen kendaraan bagian depanpun mendapat tekanan air berlebih sehingga komponen berbahan plastik seperti lampu kabut, radiator kipas, dan sebagainya bisa rusak.

- Jaga jarak dengan pengendara lain karena rem yang basah bisa menyebabkan pengereman kurang maksimum.

- Setelah melewati genangan, jangan langsung ngebut karena rem masih basah sehingga kurang pakem. Keringkan rem dengan melakukan rem kecil berkali-kali sampai rem terasa ‘menggigit’ kembali.

- Tak perlu takut knalpot dimasuki air. Selama mesin tetap menyala, air tak bisa masuk ke knalpot. Karena itu, sebisa mungkin jangan berhenti di tengah banjir agar air tak naik ke ruang mesin.

- Jika mobil tiba-tiba mogok karena kebanjiran, jangan paksa menyalakan mesin. Matikan kontak dan minta bantuan untuk mendorong mobil Anda sampai ke tempat aman. Sebaiknya cabut kabel aki dan hubungi mekanik. Jangan nyalakan mesin sampai dilakukan pengecekan.

Setelah berkendara

- Usai melewati banjir, cek ketinggian bekas air dalam kendaraan. Jika tinggi air masih di bagian bawah mobil, mobil aman dikendarai. Anda bisa membawanya ke bengkel untuk mengecek kondisi oli mesin dan oli transmisi. Namun jika air sudah masuk ke lantai mobil bahkan sampai merendam mesin, jangan hidupkan mesin kendaraan. Cabut akinya dan derek kendaraan ke bengkel terdekat.

-  Bagaimanapun juga, lebih baik menghindari daerah banjir saat berkendara. Cari informasi dari berbagai media terkait kondisi jalan yang akan Anda lewati dan cari alternatif jalan yang tidak banjir.

Pernah punya pengalaman mobil mogok akibat banjir? Ceritakan di kolom komentar, yuk!

(EMA) 

Bagikan

Artikel Terkait