Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Anak | Jan 3, 2017

Ciri-ciri Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya

Bagikan


 

Seringkali orang tua mengeluhkan anaknya yang terlalu aktif. Tak jarang, timbul pertanyaan di benak mereka, apakah hal ini termasuk gangguan? Bagaimana ciri-ciri anak hiperaktif dan cara mengatasinya?

Sebenarnya gangguan pemusatan perhatian yang disertai dengan gejala hiperaktivitas motorik dikenal sebagai Attention Deficit Hiperactivity Disorder (ADHD) atau Attention Deficit Disorder (ADD) yang terjadi dengan prevalensi 3-5%  pada rentang usia 4-14 tahun. Ciri-ciri anak hiperaktif dapat mulai dikenali sejak usia anak 6 bulan.

 

Penyebab Anak Hiperaktif

Adanya kerusakan kecil pada bagian sistem saraf pusat dan otak, sehingga rentang konsentrasi anak menjadi lebih pendek dan sulit dikendalikan. Timbulnya kerusakan ini bisa disebabkan karena bawaan dari lahir, epilepsi, malfungsi otak, atau pengaruh lingkungan. Bisa juga karena gangguan di kepala seperti trauma kepala, infeksi, keracunan, gizi kurang, atau alergi makanan.

 

Ciri-ciri Anak Hiperaktif

  • Tidak fokus

Anak hiperaktif cenderung bergerak kacau tidak searah, bahkan gerakannya tidak sesuai dengan situasi yang dihadapi. Pada akhirnya anak menjadi gagal fokus dan kerap kali gagal dalam menyelesaikan suatu tugas. Misal, saat anak bermain bola, kemudian ada anak lain yang juga membawa mobil-mobilan, maka perhatiannya akan cepat beralih pada mainan baru yang dibawa anak lain tersebut. Konsentrasi anak dengan hiperaktivitas tidak lebih dari lima menit.

  • Terhambatnya perkembangan motorik dan bahasa

Anak hiperaktif cenderung memiliki tingkat intelektualitas rendah. Hal ini terjadi karena informasi yang diterimanya tidak sampai penuh, sehingga jika ada hal-hal baru yang didengar oleh mereka, anak akan langsung bergerak ke sana kemari sehingga dia tidak bisa menangkap segala informasi yang ada. Namun, beberapa ahli berpendapat bahwa tidak semua anak hiperaktif demikian. Hal ini bisa dipengaruhi oleh genetik. Jadi, bisa saja anak hiperaktif memiliki intelektualitas tinggi.

  • Cepat frustrasi

Anak hiperaktif cenderung bersifat lebih cepat frustrasi sehingga sering merusak barang-barang yang ada di sekitarnya. Contoh simpelnya, jika anak disuruh menyusun puzzle dan kebingungan, mereka bisa langsung menghancurkannya.

  • Tidak dapat mengontrol diri
  • Kedua mata tidak mampu memperhatikan lawan bicaranya.

 

Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Jika Anda menemukan gejala serupa, jangan langsung mendiagnosis anak hiperaktif. Amati perkembangannya dan bandingkan dengan anak sebayanya. Konsultasikan juga pada dokter anak mengenai kondisi anak sebenarnya.

Jika benar anak Anda divonis mengidap ADHD, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter anak tentang cara pengobatan yang benar. Jika perlu, Anda dapat berkonsultasi dengan psikolog anak. Jika Anda biarkan begitu saja hingga dewasa, anak bisa jadi antisosial.

Apakah anak Mama juga mengalami hal serupa? Bagaimana cara Anda menghadapinya?

 

(PIA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.