Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Sekolah Anak | Jul 21, 2017

Ciri-ciri Gangguan Belajar Pada Anak

Bagikan


Mengenali tanda-tanda gangguan belajar pada anak memang tidak mudah. Gangguan belajar tidak bisa ditebak begitu saja, melainkan harus diperiksa dan didiagnosis oleh dokter atau ahli psikologi anak.

Maka, Mama harus jeli memperhatikan gerak-gerik anak yang sering mengeluh soal sekolah atau sering ketinggalan dari teman-teman sekelasnya. Pasalnya, kadang anak menutupi gejala tertentu karena merasa malu atau takut.

Padahal, sangat penting untuk mengenali ciri-ciri gangguan belajar pada anak sedini mungkin. Mama dan si kecil pun jadi bisa menentukan langkah yang tepat untuk mengakomodasi kebutuhan belajar anak sebelum terlambat. Ini dia beberapa ciri gangguan belajar pada anak usia sekolah yang harus Mama perhatikan.

  1. Kesulitan membaca atau menulis, biasanya anak menutup-nutupinya dengan cara menolakmengerjakan PR
  2. Kesulitan menghitung atau mengerjakan soal Matematika
  3. Sangat mudah lupa
  4. Tidak bisa menjaga konsentrasi atau terlalu fokus pada satu hal tertentu sampai tidak bisa diajak bicara
  5. Kesulitan mengikuti arahan atau instruksi yang diberikan
  6. Koordinasi motorik yang buruk, misalnya sering jatuh atau menyenggol barang
  7. Kesulitan membaur dan bersosialisasi bersama teman-temannya
  8. Kesulitan memahami konsep waktu sehingga sering terlambat atau tidak selesai mengerjakan tugas sekolah
  9. Cenderung lambat dalam menyelesaikan tugas-tugasnya
  10. Suasana hati mudah berubah
  11. Mudah cemas, sedih, marah, dan gugup
  12. Gangguan visual padahal mata anak tidak minus atau plus, misalnya anak tidak jeli ketika diminta untuk mencari kata-kata yang tersembunyi atau ketika membaca teks anak sering kelompatan satu baris

Jika anak menunjukkan gejala-gejala yang disebutkan di atas, Mama bisa mengajak anak untuk menemui dokter atau ahli psikologi anak. Anak biasanya akan diminta mengikuti serangkaian tes untuk memastikan apakah ia benar-benar menderita gangguan belajar serta jenis gangguan belajar seperti apa yang dialami anak.

Ingatlah bahwa yang terpenting bagi anak saat ini adalah pengertian dan metode belajar yang terbaik baginya. Maka, konsultasikan dengan dokter apa saja langkah yang bisa ditempuh untuk mendorong perkembangan dan kemampuan belajar anak.

Selain itu, penting bagi Mama untuk menetapkan ekspektasi atau harapan yang realistis, sesuai dengan kondisi anak. Dengan metode dan dukungan yang tepat, anak dengan gangguan belajar bisa meraih prestasi dan kesuksesan sama seperti anak-anak pada umumnya.

Bagaimana menurut Mama? Apakah anak dengan gangguan belajar perlu metode belajar khusus? Atau sebaiknya anak dengan gangguan belajar harus dibiasakan dengan sistem pendidikan umum seperti anak-anak lainnya? Bagikan komentar Mama, ya!

(IA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.